Senin, 21 Oktober 2013

cerita anak: MOMO SAPI YANG PELIT

MOMO SAPI  YANG BAIK


CERITA ANAK

SURYANI RINZ

----------------------------------------------------------------
Momo sapi dikenal  sebagai koki yang hebat. Tapi dia dikenal pelit  oleh teman-temannya
----------------------------------------------------------------
Pada suatu hari, Momo memasak makanan seperti biasanya.
.

Momo memasak ayam panggang,ayam goreng, telur mata sapi, dan nugget.
Lalu Tata si monyet datang, ingin meminta makanan
Momo
Momo, bolehkah aku meminta makananmu sedikit? Aku lapar! Dan pisang di rumah sudah habis.”ucap Tata.
----------------------------------------
Momo cemberut. Kemudian dia melihat pada Tata.
“ Tata
maaf ya, aku tidak punya pisang.”

Tata pergi dengan perut lapar. Dia berteriak-teriak.
Aduh, aku lapar! Tidak ada yang mau memberiku makan
!”
Kemudian datanglah Beri Beruang. Dia juga kelaparan. Dia akan meminta sepotong ayam goreng pada Momo

 
 
.


Momo bolehkah aku meminta  sepotong ayam gorengmu? Aku lapar. Madu milikku telah
habis
Momo melihat ke atas meja makan.
Ayam gorengku tidak banyak Beri! Aku hanya punya dua potong ayam goreng saja. Dan itu untuk makan siangku!”seru Momo  marah
.
----------------------------------------------

Beri Beruang mengusap perutnya yang lapar.
Kalau aku minta madumu boleh tidak Momo?” tanya Beri penuh harap

 
Kalau aku menemukannya di lemarimu, bolehkah madu itu untuk aku?” tanya Beri.
Iya kalau di lemariku ada madu,  madu itu untukmu Beri.”jawab Momo
.
Maka Beri mencari-cari ke sela-sela botol dan toples di lemari.
Aha!!
Ada sekendi madu yang tertutup kain di sudut! Tak menunggu lama lagi, setelah mengucap bismillah, Beri Beruang segera melahap madu itu.
Momo terdiam menatap Beri Beruang yang melahap madu dengan nikmatnya.
Bagaimana ini? Bisa-bisa makananku habis oleh mereka. Aku harus menyembunyikan makananku serapat mungkin. Jadi tidak akan ada yang meminta padaku lagi!”gumam Momo.(bersambung)
 



Rabu, 09 Oktober 2013

cerita bersambung: MERINDU ARTI



       




http:// rinzaypenuliscerpen.blogspot.com.MERINDU ARTI/09/10/2013                  

Lusi terdiam menatap tumpukan toples kue kering yang siap dikemas ke dalam kardus coklat. Tenaganya hampir habis. Sekarang dia sangat lelah. Lelah yang berkali-kali lipat bertambah ketika tahu bahwa Rasti, kakaknya, menerima lagi pemesanan kue kering lewat internet. Dan itu artinya dia tidak bisa santai menjalani puasa.
Mungkin seharusnya ia senang usaha kue kering dan bolu-nya laku keras. Kebanyakan memang teman-teman Rasti, tapi jika kue kering yang dibuatnya tidak enak, mana mungkin mereka berulangkali memesan?
Hanya saja, sejak dirinya sibuk melayani pemesanan yang bejibun, sholat sunnah Dhuha-nya keteteran. Membaca Quran saja hanya dua halaman. Apalagi menghafal Quran seperti kebiasaannya sebelum bulan puasa tiba.  Dia bahkan tidak bisa berjalan-jalan lagi ke Mesjid Istiqlal.
“ Lus, udah beres belum  pesanan Mitha?” Tanya Rasti.
Hp-nya melekat di telinga, sedangkan tangannya di atas keyboard laptop. Wajahnya berkerut serius.
Lusi tersadar dari lamunannnya.
“ Lagi dikerjain nih. Jam berapa diambil?”
“ Jam 2 siang.  Minah ama Eti lagi nyetak kue apa sekarang?”
Lusi menghentikan kesibukannya memasukkan toples-toples. Otaknya sedang berpikir adonan kue apa yang tadi pagi di buat-nya. Lusi berseru lega.
“ Kue Choco chip ama  Kaastengels. Memangnya kenapa?” Tanya Lusi was-was.
“ Engga, ada orang Depok order nastar ama Oreo candy. Order dua lusin. Besok di ambil. Bisa buat sekarang engga?” ujar Rasti.
Lusi termangu.
“ Ka, bukannya kita sudah sepakat sesudah tanggal 15 tiddak akan ada lagi pemesanan? Aku capek nih! Minah sama Eti juga udah pada nanyain kapan libur. Untung penjualan juga sudah lumayan kan? Kenapa masih terima orderan?” rajuk Lusi .
Rasti menatap adiknya dengan pandangan aneh.
“ Ini kesempatan buat kita Lusi. Mumpung banyak orang suka kue kering buatan kamu. Ini jalan kita buat sukses, berwirausaha, hidup mandiri tanpa meminta uang saku pada Papa.”
“ Iya , tapi, aku capek! Sejak dua bulan yang lalu aku bergaul dengan tepung terigu, gula, telur, toples, dus. Mungkin jika ada oven gede aku bisa memanggang diriku sendiri di oven saking baunya dengan adonan kue.”
Rasti tertegun. Tidak biasanya adiknya merajuk seperti ini. Dengan berat hati dia menutup hp-nya.  Dihampirinya Lusi yang sedang bersila di depan kardus coklat.
“ Bukankah kita sudah sepakat akan mengunjungi Mama Lebaran ini? Ongkos kesana mahal Lus. Kita engga bisa minta uang saku ke Papa. Papa pasti engga akan pernah mengizinkan kita   mengunjungi Mama. Dengan jualan kue kering dan menabung keuntungannya, kita bisa mengunjungi Mama tanpa membuat Papa marah. Mengerti kan Dik?”
Lusi menundukkan kepalanya. Memang tiga bulan yang lalu mereka kebingungan mencari ongkos agar bisa mengunjungi Mama mereka. Rasti yang tahu benar kue buatan Lusi memang enak, mengusulkan kalau mereka membuka usaha kue kering saja. Soalnya dia juga penggemar berat kue-kue buatan adiknya itu. Berulangkali dia berpikir dan tetap tidak mengerti bagaimana Lusi bisa sangat pandai dalam hal masak-memasak apalagi membuat kue-kue.
 Papa adalah seorang Arsitek yang sering bepergian. Papanya buta tentang masak-memasak. Mama mereka adalah seorang aktris terkenal yang sering sibuk di depan kamera untuk membintangi sinetron daripada masuk dapur dan memasakkan anak-anaknya makanan. Kedua orang tua mereka berpisah karena kesibukan masing-masing. Tinggal mereka berdua saja di rumah mereka yang berlantai tiga, dengan kolam renang dan taman teduh hasil rancangan Papa mereka.
Sebenarnya mereka tidak harus bersusah-payah berjualan. Kartu Atm dan kartu kredit pemberian Papa mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka tanpa harus bersusah payah. Sebuah SUV pemberian Mama mereka ada di garasi siap mereka gunakan kemana saja mereka mau. Tapi Rasti dan Lusi sejak kecil diasuh oleh Kakek-Neneknya. Walaupun mereka dibilang anak orang kaya, Mereka diajari untuk tidak boros, suka bersedekah, rendah hati, dan gemar menabung. Mereka juga diajarkan membaca Al-Quran dan menghafalnya. Ajaran mereka yang lembut dan penuh kasih sayang, tertanam kuat dalam otak kedua kakak-beradik itu. Kehadiran Kakek-Neneknya-lah yang dulu menyatukan Papa dan Mama mereka. Kini setelah keduanya meninggal dunia, kedua orang tua mereka pun berpisah.
“ Aku janji deh. Sesudah hari ini kita tutup orderan. Walaupun yang mesan banyak banget!” ujar Rasti.
“Beneran?”
Rasti mengangguk mantap.
“ Kalau bohong, aku engga mau buat adonan kue lagi. Aku juga mau meliburkan Minah dan Eti. Kakak mau meliburkan Mbok Iyem kan? Sekalian tolong amplopin THR buat mereka ya? Aku mau   buat adonan kue dan coklat dulu.”
Rasti menarik nafas lega lalu mengangguk.
 Ditatapnya kepergian Lusi dengan hati masygul. Teman-temannya banyak yang memesan kue kering mereka. Bahkan banyak diantara mereka sedang dalam proses penjadwalan orderan. Kini semuanya harus dibatalkan. Dirinya tak kuasa menatap keletihan di wajah cantik adiknya. Padahal sehari-hari  Lusi tidak diperbolehkan mendekati kompor oleh Mbok Iyem. Kini setelah mereka  mulai membuka bisnis kue kering ini, adiknya nyaris tidak pernah istirahat. Bahkan sudah nyaris dua bulan mereka tidak saling menyetorkan hafalan Quran. Pantas saja adiknya yang lembut itu memberontak dan merajuk. Adiknya yang sangat mirip Mama kalau marah.
 “Ah, Mama, “desah Rasti penuh rindu.
Rasti menatap foto keluarga yang dipajang di ruang tamu. Saat foto itu dibuat, Kakek dan Nenek masih ada. Papa dan Mamanya juga masih terlihat rukun walau sibuk. Lusi masih SMP. Sedang dirinya SMA. Senyum mereka sekeluarga masih terlihat lebar dan tulus di foto itu. Tapi, mengapa semuanya berubah? Pikirnya sedih. Dulu dia tidak terlalu memusingkan pertemuannya yang jarang dengan kedua orang tuanya. Dulu ada Kakek dan Neneknya. Dulu rumah mereka terasa sangat nyaman. Namun kini, semuanya sunyi. Mungkin dulu rumah mereka berkah karena doa Kakek dan Neneknya yang rajin sholat malam. Tapi karena itulah dia membujuk Lusi untuk mengunjungi Mama di Jakarta. Dia ingin membujuk Mama agar bisa rujuk lagi dengan Papa-nya. Itu jugalah wasiat terakhir Nenek padanya. Dan Rasti akan melakukan semua yang dia bisa untuk menyatukan kedua orang tuanya kembali.{bersambung}

Minggu, 06 Oktober 2013

BERGANTUNG PADA KEAJAIBAN ALLAH

Bergantung pada keajaiban Allah.
Bergantung pada keajaiban Allah.  
 
Bismillairromannirrohim,,
Assalammualaikum semuanya. Kembali lagi rinzay disini menulis keajaiban yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari , yang terkadang disepelekan oleh rinzay dahulu. Tapi, sekarang terbukti! Kemudahan dan keajaiban yang Rinz alami , ternyata itu keajaiban Allah. Begini ceritanya:

1. Bingung atas biaya pernikahan
Add caption
 Menikah adalah salah satu sunnah Nabi. Dan hukumnya tergantung kondisi kita. Bisa wajib, sunnah, mubah, makruh atau boleh. Saat itu adalah masa yang menyenangkan bagi saya. Kenapa tidak? Saya merupakan wanita lajang yang mempunyai penghasilan lumayan dari mengajar bimbel dan menjual kue kering dan juga coklat. Hari -hari saya diisi dengan mengajar, berjualan, dan membaca buku di tempat buku favorit saya, Gramedia. Lalu tiba-tiba datanglah sosok pria ini. Pria yang kurang banget dari kriteria yang saya tetapkan sebagai suami.{sombongnya saya ya? jangan ditiru!!}
        Well, menjadi seorang jilbaber yang mandiri kadang membuat saya sombong dan merasa tidak memerlukan pria. Namun Allah meng-KO saya. Karena pria ini tidak masuk dalam kriteria saya{ cakep, kaya, soleh,suka membaca, suka jalan-jalan, suka makan!} maka dengan hati hangat saya menolaknya. Tapi ternyata, pria yang tidak masuk dalam kriteria saya ini adalah pria yang paling gigih mendekati saya dibandingkan pria yang masuk dalam kriteria. Pendekatannya pada keluarga lambat laun membuat saya terkesan. Akhirnya , saya menerimanya dan kami pun bertunangan. Orangtua kami mulai menghitung tanggal yang pas untuk pernikahan. Dan ternyata, tanggal itu merupakan tanggal disaat kantong kami berdua tongpes, pes, pes!
      Pokoknya biaya pernikahan sederhana saat itu sekitar 10 jutaan. Dan Allah menakdirkan tabungan saya hilang!Ibu saya sakit darah tingginya kumat. Dan tunangan saya itupun ternyata adalah tulang punggung keluarganya. Ibunya tiba-tiba sakit dan butuh biaya berobat. Kedua adiknya butuh biaya masuk sekolah dan seragam dan alat-alat tulis yang mencapai 3 jutaan. Tabungannya yang dititipkan pada salah satu pamannya juga raib dibawa kabur! Waduuuh, saat itu ada kepikiran deh, apa Allah ridho dengan pernikahan ini? Kalau ridho, kok ujiannya membabi-buta seperti ini? Tapi untung saat itu saya udah jadi muridnya Ustad Yusuf Mansyur. Semua ujian dari Allah itu saya jadikan pelajaran . Saya ber-husnudzon saja. Kemudian saya ingat, jiak kita ingin dicukupkan Allah, maka bersedekahlah! Maka, gaji saya bulan itu saya sedekahkan pada anak-anak yatim. Beberapa peralatan untuk membuat kue kering dan coklat saya hibahkan pada remaja mesjid untuk belajar berwirausaha.  Saya tidak menunggu-nunggu balasan. Soalnya saya yakin Allah akan membantu melancarkan urusan saya, bagaimanapun susah dan berbelitnya.
      Alhamdulillah, kemudian orangtua saya mendapat pinjaman entah dari siapa, sebesar 5 juta. Tunangan saya pun kemudian mendapat angpao dari saudara dan teman-temannya yang kalau dijumlahkan sekitar 5 jutaan. Dan saya ajaibnya, banyak mendapat orderan bekam dan pijat{ keahlian saya selain menulis cerita, menyanyi, makan, hehehe}yang kalau dijumlahkan, sekitar 3 jutaan.
      Lalu alhamdulillah, menikahlah kami. Sampai saat ini, kadang-kadang saya geleng-geleng kepala. Sebelum menikah banyak banget jalan Allah memberikan rezekinya, contohnya dari bekam dan pijat. Setelah menikah, hanya sekali dua kali orang yang minta dipijat. Hal itu terjadi karena saya ikut pindah bersama suami saya,  di Depok.
 
2. Laptop



Add caption

    Sebagai seorang istri, saya haruslah patuh pada suami. jadi ketika saya ingin bekerja untuk mengisi waktu, suami saya tidak setuju. Jika suami berkata tidak maka saya harus patuh. Maka pekerjaan saya di rumah adalah bersih-bersih rumah, mencuci baju, memasak, tidur, mijitin suami, dll. Setelah beberapa lama, ternyata jenuh juga! Ya iyalah! Saya yang dulunya mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, kini harus diam di rumah dan menunggu untuk melayani suami. Jadi saya meng-eksplore kembali hobby menulis saya. Saya bergabung dengan beberapa komunitas menulis. Karenanya saya butuh laptop! Besar sekali hasrat saya untuk memilki lptop, sampai-sampai saya minta di doain sama Mbak Asma Nadia yang waktu itu sedang umroh. Di akun fb-nya Darwis Tereliye, sya juga minta didoakan biar dapt laptop. Ada yang merespon doa saya, katanya, penulis tugasnya menulis, bukan mengetik!! Gubrakk!! Di tiap komunitas pun saya minta didoakan agar bisa memiliki laptop, entah darimana caranya. Beberapa kali saya mengikuti lomba menulis yang hadiahnya berupa laptop atau netbook, tapi alhamdulillah, tidak pernah menang. Dan suami saya? Karena ada beberapa cicilan, suami saya belum bisa membelikan laptop buat saya. Saya tidak patah semangat. Saya  yakin, Allah menurunkan rezeki buat saya lewat banyak jalan. Bukan hanya lewat suami saja. Lalu kembali saya giat bersedekah dan sholat dhuha dan tahajud semampu saya. Beberapa bulan saya jalani amalan dari Al-Quran itu. Apakah berhasil? Ternyata setelah itu Allah menguji saya. Suami saya dikagumi banyak wanita. Dan terjadilah persahabatan yang erat via facebook. Hari-harinya selain bekerja dihabiskannya di warnet. Bukan hanya dengan satu wwanita, tapi sekaligus 5 wanita!!  luar biasa ! Saya marah dan sedih. Marah karena waktu suami saya lebih bisa menghabiskan waktu berselancar ria di dunia maya dibanding mengabiskan waktunya bersama saya. Dan saat itu saya menyerahkan rasa sakit saya pada Allah. Toh Allah yang memberi ujian ini. Ibu saya mungkin memiliki insting tentangsaya . Ibu saya kemudian datang ke Depok untuk berlibur. Kesibukannya mengurus cucu dan warung ecil membuat darah tingginya naik lagi. Akhirnya ibu berencana menginap di rumah kontrakan kami. Dan ternyata, ibu saya membawa laptop adik sebagai pengisi waktu. Selama di rumah, ibu saya nyantai sekali. Waktu-waktunya diisi dengan sholat dan main game Feeding Frenzy. Lalu tibala saatnya ibu pulang. Ibu saya berpesan, kalau menikah itu pasti banyak liku-likunya. Saya harus sabar, tawakal dan berserah diri pada Allah. Saya mengangguk. Kemudian ibu menyerahkan laptop kepada saya, terus bilang," Nih pake laptopnya. Biar tidak nganggur di rumah. Daripada ke warnet."
Saya tertegun. Aihhhhh, Allah mengabulkan doa saya lewat liku-liku ujiannya. Setelah hati saya berdarah dan patah meratapi keisengan suami saya, ternyata kesedihan itu adalah awal kegembiraan saya. Akhirnya, alhamdulillah, saya memiliki laptop. Memang statusnya adalah pinjaman, tapi tetap saja. Saya pergunakan laptop itu sampai sekarang. Alhamdulillah. Cukup dua cerita dulu ya keajaiban yang terjadi dalam keseharian saya. Nanti saya akan lanjutkan dengan cerita lainnya. Tapi insyaallah, saat ini, saya semakin yakin pada Allah. Bagaimana dengan anda?{rinzaypenuliscerpen/06102013/foto copyrigt dari blog poetrafoto wedding photographer jogjamoslemweddingdan foto laptop adla foto laptop accer dari web computer}

     

Senin, 15 April 2013

LINTAH




LINTAH

Add caption

 Lintah ialah hewan anelid yang merangkumi subkelas Hirudinea. Terdapat pelbagai jenis lintah air tawar, air laut dan daratan. Seperti golongan Oligochaeta, lintah menampakkan anggota klitelum (bahagian kelenjar yang membengkak pada kulit anelid, misalnya cacing tanah, yang merembes kokun dan bahan nutrien untuk embrio.). Lintah merupakan hewan hermafrodit (mempunyai kedua-dua organ jantan dan betina) seperti cacing.
Add caption

  Pengobatan dengan menggunakan lintah diperkenalkan pertama kali oleh Ibnu Sina, seorang ilmuwan muslim dari Bukhara.Sesetengah jenis lintah mempunyai kegunaan dalam pengobatan dengan cara menghisap darah sejak ribuan tahun dahulu, tetapi ternyata kebanyakan lintah tidak menghisap darah. Lintah penghisap darah hinggap pada tubuh inangnya untuk menghisap darahnya. Setelah kenyang, maka lintah akan melepaskan hisapannya.
Add caption
Badan lintah terdiri daripada 34 segmen. Penghisap anterior (mulut) terbentuk pada enam segmen terhadap badannya, yang digunakan untuk menempel pada tubuh inang, sambil mengeluarkan lendir bius agar inang tidak merasa hisapan lintah. Lintah mengeluarkan campuran mukus dan lekapan dari otot-otot sepusat di keenam-enam segmen tersebut agar terus berpaut dan merembeskan enzim pencegah pembekuan darah dalam sistem darah tubuh inang.
Jadi disamping menghisap darah dari tubuh inang, lintah juga memberikan enzim anti pembekuan darah yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Melakukan pengobatan dengan lintah , kita seperti dibekam dan juga diberikan nutrisi herbal. Pada saat saya pertama berkenalan dengan lintah, yaitu ketika saya belajar di BRC(Bandung Ruqyah Center) yang terletak di Gegerkalong dekat Pasantren Daarut Tauhid. Bagi seorang therapis, saya juga merasa jijik melihat lintah yang badannya meliuk-liuk dan memulur panjang pendek dengan lendir yang licin di tubuhnya. Teta[i ketika saya menempelkan lintah itu di lidah saya, rasa jijik dan takut itu berangsur-angsur menghilang. Kini, saya sangat merekomendasikan pengobatan dengan lintah karena sangta bermanfaat.

Add caption

Add caption

 KEGUNAAN LINTAH
Lintah digunakan dalam untuk mengobati berbagai penyakit yang berkaitan dengan darah, seperti :tekanan darah tinggi, vertigo, asam urat, dll. Bahkan tumor, borok menahun yang diidap penderita diabetes, sehabis operasi penyambungan organ, lintah sering digunakan.
Add caption

Lintah memperlancar peredaran darah yang tersumbat dengan mengeluarkan enzimnya.  Bahkan minyaknya dipercaya bisa memperbesar ukuran pebis pria. Karena itu minyak lintah dijual dengan harga yang mahal perbotol kecilnya.
Tapi buat orang yang gampang shock dan jijik dengan lintah, lebih baik anda menjauhinya, Karena lintah juga tidak akan berani menghisap darah anda. Lintah bisa mendeteksi ketakutan dari seseorang, karenanya dia juga akan otomatis menjauhi  orang yang ketakutan itu.
 Lintah adalah binatang yang sensitif dan lembut. Saking sensitifnya, di Jerman lintah digunakan untuk meramal cuaca. Pada pengobatan Korea dan Cina, lintah juga sudah sangat terkenal menjadi obat berbagai penyakit. Bekas hisapan lintah terlihat mengerikan, karena darah akan mengalir terus selama 1-3 jam dari saat lintah melepaskan hisapannya. Tapi, percaya deh, engga semenakutkan itu kok!Awal digigit lintah saya seperti merasakan jarum kecil menusuk kulit. Tapi ketika lintah itu telah menghisap, maka tidak akan terasa sakit lagi. Kenapa? Karena lintah juga mengeluarkan suatu zat bius yang mengakibatkan kulit yang dihisap tidak terasa sakit. Keren sekali bukan mahluk Tuhan yang satu ini?Suhanallah...(rinz)