MENGAPA BERBICARA ITU MENGHIDUPKAN PERASAAN ROMANTIS
Dewasa ini
wanita kekurangan waktu satu sama lain.Pada berbagai tingkat,mereka
merasa kewalahan dengan begitu banyak hal yg harus dilakukan.Kurangnya
dukungan dari wanita lain,pembicaraan seputar dunia kerja,banyak wanita
dewasa ini yang tidak saja lapar untuk berbagi perasaan di penghujung
hari,tetapi kelaparan.Melalui cara yang ajaib ,dilema baru ini
sebenarnya dapat membuka peluang untuk cinta asmara.
Pria harus merasa dibutuhkan
dan dihargai.Ini merupakan bahan bakar utama buat mereka.Masalah akan
timbul ketika wanita bisa mencari nafkah sendiri dan dapat melindungi
dirinya sendiri.
Meskipun wanita tidak lagi begitu tergantung kepada
pria sebagai pencari nafkah dan pelindung,mereka tiba-tiba mempunyai
kebutuhan baru yg muncul:"seorang pria yang bisa diajak
bercakap-cakap;seorang pasangan yang betul2 perduli dan mau
mendengarkan.
Wanita zaman sekarang perlu berkomunikasi dab merasa didengarkan di penghujung hari.
#MarsandVenusInTheBedroom
Assalammualaikum, saya seorang penulis amatir yang ingin menulis dan menulis karena itu adalah cita-cita saya sejak kecil. walaupun seperti tidak berarti, namun saya harap tulisan saya bisa disukai teman-teman semua dan memberikan ketenangan batin untuk saya tentu saja,salam...
Tampilkan postingan dengan label cerita manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita manis. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Agustus 2015
Kamis, 06 Agustus 2015
CINTA
CINTA
Cinta itu unik ya? Cinta jatuh tanpa mengenal ruang dan waktu. Cinta jatuh tanpa permisi dan mengetok pintu dulu. Kalau ada yang pernah merasa cinta pada pandangan pertama, pasti akan merasakan bagaimana dunia menghilang saat yang dicinta datang. Padahal kawan, tahukah kalian jika cinta itu mempunyai waktu untuk bersemi? Cinta tidak tiba-tiba tumbuh, bersemi dan mewangi. Ada waktu yang membuatnya berbuah hingga rasa suka atau kekaguman berubah menjadi cinta. Cinta pada pandangan pertama biasanya tercetus karena keindahan fisik. Bisa karena yang dicintai wajahnya tampan, manis, cuakep, ganteng atau macho. Namun cinta seperti ini tidak berumur lama. Semakin kenal dengan si pemilik wajah indah ini, maka kepribadian dan akhlak yang penting untuk dijadikan unsur dicintai akan semakin terlihat. Jika si pemilik wajah cantik dan macho ini mempunyai sifat menyebalkan, gampang marah, cemberut dan egois, maka lambat laun rasa cinta yang mulanya berkobar akan padam perlahan-lahan. Sama halnya dengan kasus seseorang yang berwajah biasa tapi mempunyai akhlak mulia. Kebiasaan wajahnya tertutupi karena kerendahhatiannya.Kebiasaa n
wajahnya tertutupi karena kecerdasannya. Kebiasaan wajahnya tertutupi
karena kasih sayang tulusnya pada orangtua dan anak kecil. Kebiasaan
wajahnya tertutupi karena kemandiriannya.
Bukankah kasus cinta unik di sekitar kita banyak terjadi? Apalagi jika cinta itu ter-energi-kan dengan niatan karena Allah. Wuiiih. Cinta yang timbul karena Allah akan menghasilkan energi yang maha dahsyat. Bukan hanya berakibat pada yang kita cinta, tapi berakibat pada orang-orang di sekelilingnya. Contohnya, kisah cinta bunda Khadijah dan Rasulullah Muhammad. Kisah cinta keduanya berakibat terbukanya jalan dakwah Islam pada masyarakat jahiliyah Quraisy.Cinta Rasulullah Muhammad pada bunda Khadijah abadi, bahkan setelah meninggalnya bunda Khadijah, yang mengakibatkan kecemburuan istri-istrinya yang masih hidup. Padahal perbedaan umur keduanya terpaut jauh,25 tahun dengan 45 tahun(jangan samakan dengan Ariel Noah dan Sophia Latjuba ya, beda kasus!!!). Yah cinta memang indah sekali dirasakan. Tapi jika cinta yang ada tidak dipupuk dan dirawat, bisa jadi cinta akan meranggas, kering bahkan mati. Seindah apapun awalnya, cinta yang dibiarkan begitu saja akan musnah perlahan-lahan. Apalagi cinta yang awalnya nafsu belaka.Hanya seumur jagung bisa kering kerontang dan menghilang. Cinta yang dimulai dengan kebaikan adalah cinta yang dimulai saat ijab qabul telah terucap. Cinta yang melahirkan komitmen. Cinta yang melahirkan tanggung jawab. Cinta yang melahirkan sakinah, mawadah dan warohmah. Cinta juga tidak membelenggu pasangannya. Cinta malah memberikan sayap pada pasangannaya itu. Jangan sampai seorang istri merasa dipenjara di rumah suaminya karena suaminya tidak memperbolehkan dia kemana-mana karena kecemburuan yang buta. Dan tidak semestinya seorang istri pergi keluar rumah seenak perutnya seakan-akan dia belum menikah saja. Cinta akan menghasilkan sesuatu yang indah. Pengertian dan kebersamaan. Dalam perjlanan suatu cinta pasti akan banyak rintangannya. Seperti kita menanam padi, pasti akan tumbuh padi dan rumput. Tapi jika kita hanya menanam rumput saja, mana mungkin akan berubah jadi padi? Begitu pula cinta. Siapa yang menanam cinta akan menuai juga cinta. Cinta yang sebenar-benarnya akan tahan uji karena kasih sayang yang tercipta karena cinta. Mungkin akan tiba masa dimana cinta berubah menjadi membosankan. Tapi karena cinta jualah bosan itu kembali jadi cinta. Tapi hati-hati kawan, jangan besarkan cintamu pada mahluk lebih besar daripada cintamu pada Allah. Allah Maha Pencemburu. Seperti Buya Hamka yang ditinggalkan istrinya karena meninggal. Saat beliau rindu istrinya, beliau akan bersenandung. Tapi jika kerinduannya tambah memuncak maka Buya Hamka segera melaksanakan sholat taubat dua rakaat. Ketika ditanya mengapa sering melakukan hal itu, Buya Hamka menjawab:”Aku takut jika kecintaanku pada istriku mengalahkan kecintaanku pada Tuhanku.”
Rasulullah mencintai istri-isrinya yang sembilan. Tapi cintanya tidak sempurna. Kecintaanya pada Allah lebih diatas segalanya. Beliau rela sholat tahajud sampai kakinya bengkak. Beliau rela dicaci, dihina dan diboikot karena meninggikan nama Allah dan Islam. Walau begitu Rasulullah berkata;” Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada istri. Dan akulah yang paling baik kepada istri-istriku diantara kalian.”
Yup, cinta memang harus ditanamkan, ditumbuhkan, dan dirawat. Cinta tidak bisa diukur derajatnya tapi bisa dirasakan. Seperti cinta Allah pada hambaNya.Dikirimnya Al-Quran sebagai pedoman hidup agar manusia tidak tersesat. Cinta itu disemai dan dituai. Sama seperti persahabatan, ada waktu untuk menumbuhkan kedekatan dan kebersamaan.Yah Cinta itu disemai dan dituai. Jadi jika ada seseorang yang masih merasa jatuh cinta pada pandangan pertama, sepertinya itu bukanlah cinta, tapi dipelet!
Cinta itu unik ya? Cinta jatuh tanpa mengenal ruang dan waktu. Cinta jatuh tanpa permisi dan mengetok pintu dulu. Kalau ada yang pernah merasa cinta pada pandangan pertama, pasti akan merasakan bagaimana dunia menghilang saat yang dicinta datang. Padahal kawan, tahukah kalian jika cinta itu mempunyai waktu untuk bersemi? Cinta tidak tiba-tiba tumbuh, bersemi dan mewangi. Ada waktu yang membuatnya berbuah hingga rasa suka atau kekaguman berubah menjadi cinta. Cinta pada pandangan pertama biasanya tercetus karena keindahan fisik. Bisa karena yang dicintai wajahnya tampan, manis, cuakep, ganteng atau macho. Namun cinta seperti ini tidak berumur lama. Semakin kenal dengan si pemilik wajah indah ini, maka kepribadian dan akhlak yang penting untuk dijadikan unsur dicintai akan semakin terlihat. Jika si pemilik wajah cantik dan macho ini mempunyai sifat menyebalkan, gampang marah, cemberut dan egois, maka lambat laun rasa cinta yang mulanya berkobar akan padam perlahan-lahan. Sama halnya dengan kasus seseorang yang berwajah biasa tapi mempunyai akhlak mulia. Kebiasaan wajahnya tertutupi karena kerendahhatiannya.Kebiasaa
Bukankah kasus cinta unik di sekitar kita banyak terjadi? Apalagi jika cinta itu ter-energi-kan dengan niatan karena Allah. Wuiiih. Cinta yang timbul karena Allah akan menghasilkan energi yang maha dahsyat. Bukan hanya berakibat pada yang kita cinta, tapi berakibat pada orang-orang di sekelilingnya. Contohnya, kisah cinta bunda Khadijah dan Rasulullah Muhammad. Kisah cinta keduanya berakibat terbukanya jalan dakwah Islam pada masyarakat jahiliyah Quraisy.Cinta Rasulullah Muhammad pada bunda Khadijah abadi, bahkan setelah meninggalnya bunda Khadijah, yang mengakibatkan kecemburuan istri-istrinya yang masih hidup. Padahal perbedaan umur keduanya terpaut jauh,25 tahun dengan 45 tahun(jangan samakan dengan Ariel Noah dan Sophia Latjuba ya, beda kasus!!!). Yah cinta memang indah sekali dirasakan. Tapi jika cinta yang ada tidak dipupuk dan dirawat, bisa jadi cinta akan meranggas, kering bahkan mati. Seindah apapun awalnya, cinta yang dibiarkan begitu saja akan musnah perlahan-lahan. Apalagi cinta yang awalnya nafsu belaka.Hanya seumur jagung bisa kering kerontang dan menghilang. Cinta yang dimulai dengan kebaikan adalah cinta yang dimulai saat ijab qabul telah terucap. Cinta yang melahirkan komitmen. Cinta yang melahirkan tanggung jawab. Cinta yang melahirkan sakinah, mawadah dan warohmah. Cinta juga tidak membelenggu pasangannya. Cinta malah memberikan sayap pada pasangannaya itu. Jangan sampai seorang istri merasa dipenjara di rumah suaminya karena suaminya tidak memperbolehkan dia kemana-mana karena kecemburuan yang buta. Dan tidak semestinya seorang istri pergi keluar rumah seenak perutnya seakan-akan dia belum menikah saja. Cinta akan menghasilkan sesuatu yang indah. Pengertian dan kebersamaan. Dalam perjlanan suatu cinta pasti akan banyak rintangannya. Seperti kita menanam padi, pasti akan tumbuh padi dan rumput. Tapi jika kita hanya menanam rumput saja, mana mungkin akan berubah jadi padi? Begitu pula cinta. Siapa yang menanam cinta akan menuai juga cinta. Cinta yang sebenar-benarnya akan tahan uji karena kasih sayang yang tercipta karena cinta. Mungkin akan tiba masa dimana cinta berubah menjadi membosankan. Tapi karena cinta jualah bosan itu kembali jadi cinta. Tapi hati-hati kawan, jangan besarkan cintamu pada mahluk lebih besar daripada cintamu pada Allah. Allah Maha Pencemburu. Seperti Buya Hamka yang ditinggalkan istrinya karena meninggal. Saat beliau rindu istrinya, beliau akan bersenandung. Tapi jika kerinduannya tambah memuncak maka Buya Hamka segera melaksanakan sholat taubat dua rakaat. Ketika ditanya mengapa sering melakukan hal itu, Buya Hamka menjawab:”Aku takut jika kecintaanku pada istriku mengalahkan kecintaanku pada Tuhanku.”
Rasulullah mencintai istri-isrinya yang sembilan. Tapi cintanya tidak sempurna. Kecintaanya pada Allah lebih diatas segalanya. Beliau rela sholat tahajud sampai kakinya bengkak. Beliau rela dicaci, dihina dan diboikot karena meninggikan nama Allah dan Islam. Walau begitu Rasulullah berkata;” Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada istri. Dan akulah yang paling baik kepada istri-istriku diantara kalian.”
Yup, cinta memang harus ditanamkan, ditumbuhkan, dan dirawat. Cinta tidak bisa diukur derajatnya tapi bisa dirasakan. Seperti cinta Allah pada hambaNya.Dikirimnya Al-Quran sebagai pedoman hidup agar manusia tidak tersesat. Cinta itu disemai dan dituai. Sama seperti persahabatan, ada waktu untuk menumbuhkan kedekatan dan kebersamaan.Yah Cinta itu disemai dan dituai. Jadi jika ada seseorang yang masih merasa jatuh cinta pada pandangan pertama, sepertinya itu bukanlah cinta, tapi dipelet!
SEDARI KECIL
DARI KECIL!!
Seorang gadis kecil,kelas 3 SD,melongokkan kepalanya dari balik etalase.
Saya:"Mau beli apa?"
Gadis kecil:"Teh,mau nanya.Coklat ini harganya berapa?"
Saya:"Yang kecil 500,yg bergagang 1000,yg bunga1500."
Gadis kecil:"Kalau saya mau beli buat dijual lagi boleh ga?"
Saya melihat gadis kecil itu penuh minat.
Saya:"Boleh banget.Mau yang mana?Kalau yg 500 teteh korting jadi 400 perbuah.Yg 1000 jadi 800.Yg 1500 jadi 1250."
Gadis kecil:"Nanti ya.Mau bilang dulu sama ibu."
Saya:"Oke!"
Beberapa saat kemudian.Seorang ibu yg jadi pelanggan toko kami dan suka banget beli pempek,dengan raut muka menyerah,menatap saya.
Ibu itu:"Teh,kalau yg kecil kan 400 ya?Saya beli 50."
Saya:"Boleh bu."
Gadis kecil tersenyum melihat ibunya.
Ibu itu:"Saya sudah melarang dia buat jualan.Masak sekolah sambil jualan?Tapi anaknya "keukeuh"pengen jualan.Dari tadi maksa terus ke saya buat beli coklat disini."
Saya:"Bagus dong bu.Mumpung masih kecil dikenalkan semangat jualan.Jualan itu disamping ada untungnya,itu juga melatih mental biar ga pemalu,pantang menyerah,dan pintar berunding.Untung anak ibu mau jualan.Yang belajar jualan sejak kecil,terbukti besarnya mampu berwirausaha mandiri.Kalau udah gede lebih susah bu.Susah berubah jadi pengusaha."
Gadis kecil tersenyum dengan mata berbinar mendengar kata2 saya.
Ibu itu:"Ya udah.Nanti jualannya pas istirahat.Jangan lagi belajar jualan.Nanti bu guru marah loh."
Gadis kecil:"Iya udah tahu."
Saya jadi teringat seorang anak lakilaki dalam tabligh akbar yg diadakan RTV di PUSDAI.Anak laki2 itu lahir prematur.Selama 24 jam anak itu diperdengarkan murotal Quran.Waktu umurnya 4,5 tahun dia sudah hafal Quran.Mendidik itu harus dilakukan sejak dini lagi.Asalkan pembelajaran itu menyenangkan,seirang anak tidak akan merasa tersiksa belajar.
Saya mendukung proses belajar yang tidak mengutamakan hasil.Bagi saya,proses belajar itu menyenangkan.Apapun hasilnya.Jika saya punya anak kelak,saya akan didik sedari dalam kandungan.Bagaimana dengan anda?
#sejakkecilmenikmatiprosesbelajar
Minggu, 17 Agustus 2014
Senin, 31 Maret 2014
PENDAR DI MATAMU
PENDAR
DI MATAMU
Ada
pendar itu dimatamu. Berapa kali harus kukatakan itu pada diriku sendiri?
Engkau begitu dekat, tapi sekaligus begitu jauh. Kau di depanku, tapi aku
bahkan tidak bisa bertanya padamu. Senyummu tertuju untuk kami semua yang hadir
di ruangan ini. Namun, entah mengapa, setiap kali kau menyapukan pandanganmu
kearahku, tatap matamu tertahan dua detik lebih lama daripada pandanganmu pada
orang lain. Mengapa oh mengapa? Kau membuat dadaku berdesir pada sebuah
pengharapan. Namun aku tidak mau memuja harapan itu. Walau patah hati sudah
biasa untukku. Walau pupus harapan sudah terlalu meninggalkan luka untukku.
Jemarimu
yang kekar cekatan membuka laptop Sisi yang rusak. Sengaja Sisi memintaku
mengantarnya padamu untuk memperbaiki layar laptopnya yang tiba-tiba gelap
total. Dan dibalik kerling Sisi, bisa kurasakan niatnya untuk mendekatkanmu
padaku. Sisi dan Maria. Mereka kompak untuk menjodohkan aku denganmu. Coba ,
kedengarannya sangat lucu bukan?
Bukankah aku yang pertama mengenalkanmu pada mereka? Secara teori aku lebih dekat denganmu
dibanding mereka bukan? Tapi aku butuh mereka untuk mendekatkan kita?
Mendekatkan kamu padaku? Aihhh. Pengecutnya aku.
Aku
jatuh cinta padamu ketika kau sedang memperbaiki komputerku yang rusak. Saat
itu entah mengapa, aku ingin sekali menatapmu lebih lama dari yang biasa
kulakukan. Dan saat menatapmu itu, ada kenikmatan menjalar di dadaku. Bahagia.
Ya bahagia. Entah kau merasakannya juga atau tidak. Yang jelas, malamnya aku
tidak bisa tidur karena memikirkanmu. Tingkah
yang seharusnya tidak kulakukan. Karena jelas, dengan hanya menatap wajahmu
saja aku menyiksa hatiku dan melupakan Tuhan.
Kebersamaan
kita terlalu lama sebagai sahabat. Aku banyak mendengar kisahmu dan
perempuan-perempuan itu. Cerita tentang keidealisan dirimu. Cerita tentang keluargamu.
Semuanya. Dan aku yakin kau pun tahu cerita
laki-laki temanmu yang membuatku patah hati. Ajaibnya, kita melewatkan
tahun-tahun bersama sebagai sahabat. Aku tahu persis kesukaanmu pada komputer, tekhnologi dan
makanan pedas. Dan kau tahu tentang kesukaanku pada musik, film dan mie ayam.
Bergantian kita saling mentraktir semangkuk mie ayam, atau baso, atau rujak
petis yang rasanya pedas dan membuat ingus kita meleleh setelah menyantapnya.
Aku
tahu kapan kau sedih. Aku tahu
kapan kau bahagia. Bahkan saat kau tidak menceritakannya padaku. Seperti saat
Ayahmu yang tiba-tiba sakit. Waktu itu kau memegang jabatan sebagai ketua
panitia acara. Dan kami butuh kau disana. Dengan sangat bertanggungjawabnya,
kau melakukan kewajiban sebagai ketua panitia. Saat itu kau disana, hadir
dan tersenyum, tapi tidak matamu. Matamu
menyorotkan kesedihan dan kebimbangan. Aku merasakannya juga. Sungguh. Dan aku
berdoa agar acara kita cepat selesai, agar kau bisa langsung menjenguk Ayahmu
di rumah sakit. Dan aku juga berdoa
agar dirimu tidak sedih terus dan cepat riang kembali. Itu bukti aku
memperhatikanmu lebih dari yang lain bukan? Lalu kapan aku tahu kau
memperhatikanku?
Saat itu aku sedih karena masalah dengan Mama
di rumah. Dan sumpah, aku tidak memberi tahu siapapun tentang hal itu, tapi kau
menghiburku dengan leluconmu yang konyol dan membuatku tertawa terbahak-bahak.
Lelucon yang membuat wajah cemberutku berubah menjadi wajah gembira. Kalau
tidak salah, saat itu aku mulai menyanyangimu sebagai teman. Karena saat itu,
yang bisa mengalihkan kesedihan dan kemarahanku dari masalah yang dibuat
keluargaku hanya kau. Bahkan ketika kau mendengar bahwa Michael putus denganku
dan menikahi Zahra,
engkau tahu betapa hancurnya hatiku. Dan kau
pun mulai mengajakku ikut dalam segala macam
kepanitiaan acara. Benar
sekali, luka yang paling dalam sekalipun akan sembuh jika kita mengalihkan
pikiran kita pada hal yang lain. Sejak
saat itu setiap perhatianmu, yang terasa biasa untukmu, terasa luar biasa
bagiku.
Kau
tahu lagu Lucky-nya Jason Meraz yang berduet bareng ama Joshua Pretty? Mungkin
saat itu perasaanku seperti lirik lagu itu. Lucky to be in love with our best
friend. Itulah yang aku rasakan. Berada di dekatmu sangat
membahagiakan. Berbicara denganmu membuat hari-hariku ceria. Aku bahkan merasa
kita lebih dekat dari orang yang sedang pacaran. Aku merasa bahagia. Tapi
apakah kau juga merasakan hal yang sama denganku?
Kau
pernah bilang bahwa kau mengidamkan perempuan dengan wajah cantik hingga kau
tidak akan pernah bosan menatapnya seharian. Kau juga ingin perempuan itu
berusia sepuluh tahun lebih muda darimu. Aku menghitung usiaku saat itu juga. Kita
hanya bertaut sekitar dua tahun. Dan kau menginginkan perempuan yang umurnya
berselang sepuluh tahun denganmu?
Aku juga merasa wajahku hanya manis
biasa, tidak cantik jelita. Maka saat itu aku mulai bertanya-tanya dalam hati.
Apakah semua yang kaukatakan itu merupakan petunjuk agar aku tidak
mengharapkanmu? Apakah keinginanmu itu adalah pengusiranku secara perlahan
dalam kehidupanmu?
Kalau iya, mengapa tidak
engkau katakan terus terang padaku?
Hatiku terlanjur menyayangimu tanpa syarat sekian lama ini. Ya, kau tidak menyuruhku menyukaimu. Tapi
tahukah kau, dirimu yang membuat aku
menyukaimu.
Lalu
lamaran itupun datang. Aku dilamar seseorang.
Seseorang itu ingin menikahiku walaupun ia tidak mencintaiku. Aku tertawan oleh
kenyataan yang diujikan Tuhan padaku. Kalau saja kau tahu betapa bimbang hati
ini memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran itu. Tapi kau tidak tahu
bukan? Aku baru menyadari, kau hanya menganggapku sebagai seorang teman. Tidak
lebih. Karena kau bahkan tidak mau berbicara tentang pernikahan bila berada di
dekatku.
Namun,
entah mengapa, setiap kali kau menyapukan pandanganmu kearahku, tatap matamu
tertahan dua detik lebih lama daripada pandanganmu pada orang lain. Ingin aku
langsung bertanya, apa yang kau rasakan terhadapku? Sebatas temankah? Atau
pernahkah tersirat diriku sebagai pendamping hidupmu?
Dan
saat aku memberanikan diri untuk bertanya padamu, di sisi sungai itu, mengapa
sinar matamu tiba-tiba berubah menjadi ketakutan?
Duhai, pangeran impian, aku patah hati saat
itu juga. Sebelum engkau mengucapkan jawabannya, sebelum engkau memuntahkan
kata-kata setajam silet untuk merobek hatiku jadi dua. Aku patah hati lagi!
Tidak hanya itu , aku patah arang.
Detik-detik menuju pelaminan terasa
cepat bagiku. Aku tidak kuasa menghentikan degup jantung yang bertalu-talu
ingin menyuarakan kesedihan. Dulu ada engkau sebagai penghiburku, namun kini
engkaulah yang menorehkan kepedihan ini. Kalau saja saat ini kau tiba-tiba
datang dan memohon cintaku, aku bersedia
untuk melarikan diri bersamamu,
dengan gaun pengantinku yang berwarna putih bercorak emas. Aku tidak akan
memperdulikan harga diri dan martabat keluarga. Yang kuperdulikan hanya dirimu
dan cintamu. Aku tidak perduli pada materi dan harta yang tidak kau miliki. Asalkan bersamamu,
aku pasti akan bahagia. Hanya saja, kau tidak datang..
Di hari itu, akhirnya engkau datang di penghujung
hari. Saat tamu-tamu yang lain pulang dan hanya menyisakan sedikit makanan, kau
datang bersama Liana,guru TPA. Wajahmu tersenyum padaku dan pada suamiku. Namun
tidak matamu. Entahlah mungkin hanya perasaanku saja. Liana menyapaku dengan
hangat, kecup pipi kiri dan pipi kananku
“Barakalloh ya Teh,
semoga berkah,”ucap Liana dengan hangat.
“ Aamiin, semoga
Liana cepat menyusul ya,”balasku.
Liana tersenyum,
ditatapnya kedua mataku. Dia mengangguk
“Insyaallah Teh,
doakan saja.”
Diam. Engkau hanya
diam di belakang Liana. Lalu, kalian pamit pulang.
“Kami pamit pulang
dulu Teh.”
“Loh kok? Kalian
kan belum makan ?”
Liana tersenyum
penuh misteri.
“ Kami datang untuk
mendoakan Teteh. Itu yang penting Teh.”
Aku mengangguk dan
menangis dalam hati. Ya Rabb, awal pernikahanku dimulai dengan perjuangan
menghapus suka kepada seorang hambamu yang
pernah menjadi sahabatku. Dan aku akan berjuang untuk itu. Karena
disisiku kini menjulang laki-laki yang Kau takdirkan menjadi pendamping
hidupku. Laki-laki yang telah meminangku dengan tulus. Laki-laki yang bersedia
menjadi imam dan penanggung jawabku.
Di kamar, aku dan
suamiku mengerjakan sholat sunat dua rakaat. Lalu setelahnya, dia membalikkan
badannya ke arahku. Wajahnya memang tidak setampan dirimu. Tapi kilau di matanya
terlihat tajam. Matanya seakan berbicara banyak.
“ Teteh, sekarang
saya sudah menjadi suami Teteh. Saya memohon kepada Allah sifat baik Teteh dan
berlindung dari sifat jelek Teteh. Semoga Teteh bisa menerima saya apa adanya
saya. Baik itu kelebihan atau kekurangan saya. Jika memang nanti ada sikap saya
yang kurang berkenan di hati Teteh, bersabarlah, dan mohonlah pertolongan pada
Allah dengan sholat. Sesungguhnya Allah Maha Menolong orang yang selalu minta
pertolonganNya. Saya tidak tahu saya akan berjodoh dengan Teteh seperti
sekarang. Mungkin sebelum saya Teteh menyukai laki-laki lain. Dan sebelum Teteh
saya juga menyukai wanita lain. Dan banyak juga manusia di luar sana yang
menanti saya atau Teteh. Tapi ternyata, Allah telah menakdirkan kita berjodoh.
Semoga pernikahan ini menjadi rahmat dan berkah bagi kita, aaamiin.”
Lalu suamiku
meletakkan tangan kanannya di ubun-ubunku dengan lembut. Doa dari mulutnya
terdengar lirih. Tangannya bergetar. Aku mendongak dan mendapati pipi suamiku
basah oleh airmata. Aduhai, tatkala aku melihat airmata itu perasaan suka
kepadamu hilang seketika. Aku bawa tangannya ke keningku. Kucium jemarinya
dengan takzim. Aku menatap laki-laki di depanku ini. Dialah kekasih halalku.
Dialah suamiku. Dialah manusia yang dikirim Allah untukku. Aku berjanji dalam
hati aku tidak akan menyia-nyiakannya. Dan seiring doaku yang menderas,
pandangan mataku kabur oleh air mata. .(rinz)
(teruntuk temanku
yang risau menghadapi jodoh dari orangtuanya, Allah Maha Mengetahui hatimu mbak,
istikhorohlah dengan sepenuh jiwa, dan saat hatimu mantap menerima,
melangkahlah dengan tegar.)
Minggu, 30 Maret 2014
SAJADAH BIRU
Adzan
sudah berkumandang. Waktunya pergi ke mesjid. Saat hendak mengambil sajadah,
Ridwan tertegun sejenak. Sajadahnya terlihat lusuh karena terlalu sering
digunakan. Bagaimana tidak. Sajadah itu milik mediang almarhum Ayah. Entah
berapa tahun usia sajadah itu kini. Yang jelas sajadah itu pasti sudah tua. Akhirnya
Ridwan pergi ke mesjid tanpa membawa sajadahnya.
Saat
Ridwan pulang. Ibu sedang menjahit pesanan pakaian tetangga seperti biasanya.
“
Makan dulu, Wan?”seru Ibu.
“Iya Bu.” Lalu membaca bismillah, Ridwan makan
malam dengan lauk seadanya. Setelah selesai, Ridwan membuka-buka buku
pelajarannya. Baru juga 15 menit Ridwan membaca ulang buku IPS-nya, rasa kantuk
menyerangnya. Tak terasa, Ridwan tertidur di atas meja.
Terasa
ada yang menjawil pundaknya. Ridwan terbangun dari tidurnya. Dia menoleh ingin
tahu siapa yang menjawilnya. Wajahnya terkejut ketika dilihatnya sajadah biru
berdiri dibelakangnya dan berkacak pinggang.
“
Kenapa kamu tidak membawa aku saat ke Mesjid?”tanya Sajadah Biru dengan marah.
Ridwan
ternganga saking kagetnya.
“
Kamu tahu tidak ya Ridwan, aku ini warisan Ayahmu. Aku sudah bersama Ayahmu
sejak lama.”tanya Sajadah Biru.
Ridwan
masih terdiam. Lalu Sajadah Biru menariknya dan mendudukkanya ke atas dirinya.
“
Sudah, kamu diam saja dan lihatlah petualangan yang pernah kami lakukan
bersama!”
Sajadah
Biru membawa Ridwan melintasi sabut awan yang tipis. Angin dingin menerpa
pipinya dengan kencang. Tapi Ridwan tidak takut. Ridwan malah merasa senang.
Ditatapnya langit bertabur bintang.
“Sajadah,
bawa aku menuju bintang dong,”teriak Ridwan.
“
Beneran kamu mau melihat bintang yang diatas itu?”tanya Sajadah Biru.
“Bener!
Ayo, cepat bawa aku kesana!”
Sajadah
Biru melesat ke atas langit, dan tambah ke atas lagi. Lampu-lampu bersinar dari
rumah-rumah di bawahnya. Semarak lampu yang berasal dari lampu jalanan dan
lampu neon iklan, berkerlap-kerlip dengan indahnya. Bumi terlihat bagai taman
hiburan yang penuh dengan lampu. Ridwan tersenyum. Dalam hidupnya ia tidak
pernah merasa gembira seperti ini. Apakah dulu Ayahnya mengalami hal yang ia
rasakan saat ini?tanya hati kecil Ridwan.
“ Allah telah memberikan karunia buat anak
yang soleh, yang selalu sholat dan pergi ke mesjid dengan penjagaan malaikat.
Aku yang menjadi saksi bahwa Ayahmu yang selalu pergi ke Mesjid untuk sholat
berjamaah, dijaga oleh malaikat. Malaikat itu mengajaknya terbang ke angkasa
seperti yang kau lakukan saat ini.”
“
Lalu mengapa bukan malaikat yang
mengajakku terbang?”tanya Ridwan
“Aku
meminta pada Allah agar bisa mengajakmu terbang. Aku ingin memberitahumu, jika
kau terus membawa aku ke Mesjid, maka pahala akan mengalir untuk Ayahmu.”
Ridwan
terdiam. Tiba-tiba terasa ada yang menjawil pundaknya. Namun kali ini
jawilannya tidak keras. Ridwan menoleh ke belakang. Dilihatnya wajah Ibu.
“Ibu?
Ibu ikut terbang juga?”
Ibu
menatapnya dengan heran.
“Ikut
terbang apanya? Ayo tidur dikamarmu! Nanti badan kamu sakit kalau tidur di atas
meja seperti ini!”
Ridwan
tersentak. Dia tidak terbang ke langit. Dia tidak melayang di antara awan.
Tapi, kok pipi dan wajahnya terasa dingin?
Ridwan menatap sajadah biru yang tersampir di kursi. Dia teringat akan
kata-kata terakhir yang diucapkan Sajadah Biru. Jika dia terus membawa sajadah
biru ke Mesjid, maka pahala akan mengalir untuk Ayahnya. Ridwan tersenyum.
“
Aku akan selalu membawamu ke Mesjid, sajadah biru, selalu,” janji Ridwan.(rinz)
KISAH AURORA, SANG MALAIKAT CAHAYA
Putri
Venus sedang berjalan-jalan mengitari Andromeda, kerajaan milik Raja Matahari,
menggunakan unicorn, kuda api, yang bernama Mirabela. Android dan bintang kecil
tampak bertebaran di sisi kanan dan sisi
kiri. Bahkan ada yang menyebar dibawah kaki Mirabela. Beberapa bintang terpecah
mengenai kuku besi Mirabela dan menimbulkan percikan bunga api yang indah.
“
Mirabela, tenanglah sedikit. Aku ingin berjalan-jalan bukan berlomba. Untuk apa
kau terburu-buru? Ini bukan jalan-jalan namanya, tapi perlombaan,” seru Putri
Venus seraya membetulkan mahkotanya yang miring karena gerakan Mirabela.
“Tuan
Putri, maafkan hamba, tapi saat ini para mahluk angkasa sedang berpesta di
Istana. Tapi mengapa tuan Putri mengajakku jalan-jalan?” tanya Mirabela tak
mengerti.
“
Aah, Mirabela. Kau kan tahu aku tidak suka pesta. Aku lebih suka menghabiskan
waktuku dengan menyiram kebun bunga milik Mama. Bunga-bunganya lebih indah jika
kusiram dengan air. Atau memasak makanan baru di dapur istana. Leo marah ketika
tahu aku memasak kue apel sendiri. Dasar Kakak yang aneh. Padahal kue apel
buatanku sangat enak.”
“
Bukankah tuan Putri sudah dewasa, mengapa tuan Putri menghabiskan waktu dengan
sia-sia seperti itu?”potong Mirabela.
“
Apa maksudmu Mirabela? Aku menikmati setiap detik waktuku di istana. Aku
menikmati waktu remajaku. Mengapa kau yang merajuk? Heran,”tukas Putri Venus.
Tangannya
menyapu android dan bintang kecil seakan menyapu air. Android dan bintang kecil
itu melayang dan berputar perlahan.
“Bukankah
Raja Matahari sedang mencari calon suami, lalu menikahkan tuan Putri dengannya?
Waktu yang kita miliki sangat sebentar. Tak ada lagi waktu bermain-main. Kita
akan berpisah,” ujar Mirabela sedih.
“
Jangan bersedih Mirabela. Nanti aku akan ikut menangis bersamamu. Sudahlah.
Lagipula Papa belum memiliki waktu untuk memilihkan calon suami bagiku.
Waktunya habis di medan perang. Ah, mengapa para laki-laki selalu suka
berperang? Bukankah alam semesta akan lebih baik jika ada yang mengalah? Jika
aku jadi pewaris kerajaan, aku akan memberikan planet biru itu pada Raja
Merkurius.”
Mirabela
menggelengkan kepalanya. Kepolosan dan kesabaran Putri Venus membuatnya gemas.
Jika seluruh mahluk alam semesta berpikir seperti yang Putri Venus pikirkan,
mungkin tidak akan ada peperangan. Tapi menurut pembicaraan para panglima
perang yang pernah menunggangi teman-temannya dan diceritakan kembali padanya, planet biru itu planet yang sangat
indah. Di planet biru itu terdapat persediaan air dan oksigen yang melimpah.
Jika satu benih ditanam di planet biru itu, maka sekejap kemudian benih itu
akan tumbuh dan menghasilkan buah. Jadi pantas saja jika planet biru itu
menjadi rebutan dua kerajaan. Kerajaan Andromeda yang dipimpin Raja Matahari,
dan kerajaan Galaxi yang dipimpin Raja Merkurius.
“
Lihat disana Mirabela! Kereta siapa itu yang melaju kemari? Debu-debu kosmiknya
sampai beterbangan kesana kemari! Ceroboh sekali penunggang itu!” omel Putri
Venus.
Mirabela
melihat kereta yang melaju ke arah mereka. Perlahan-lahan tampaklah wujud
keseluruhan kereta itu. Kereta itu terbuat dari emas putih dan bertatahkan
berlian. Setiap lekukannya diukir dengan sangat sempurna. Kuda api yang
menghela kereta yang luar biasa itu juga menakjubkan. Kuda api itu menyemburkan
api dari hidungnya. Matanya yang hitam seakan bisa melihat sampai ke kedalaman
jiwa seseorang. Mirabela yang merupakan kuda api betina, bergetar hatinya.
“
Mirabela? Mengapa engkau gemetar seperti ini?”tanay Putri Venus heran.
“
Aduh tuan Putri. Kuda api yang akan melewati kita adalah kuda api yang luar
biasa gagahnya. Hamba tiba-tiba merasa takut,” ujar Mirabela.
“
Ssh, apa yang kau takutkan ? Masa kau takut pada seekor kuda api? Seharusnya
engkau takut pada Penciptamu Mirabela. Seharusnya kita takut pada Allah.”
Mirabela
terdiam. Ditatapnya kereta beserta kuda apinya yang luar biasa. Walau susah
untuk menaklukkan ketakutannya, hatinya berdzikir mengingat Allah.
Kereta
kencana itu berhenti tepat di depan mereka. Seorang pemuda tampan dengan rambut
pirang ikal sebahu keluar dari kereta itu. Pakaian yang dikenakannya sangatlah
mewah dan berkilauan. Sebuah mahkota yang terbuat dari emas putih, bertahtakan
berlian berbentuk oval, bertengger di kepala pemuda itu.
“
Wah wah wah! Suatu kejutan yang menyenangkan! Siapa yang menyangka, aku bisa
bertemu dengan Putri Venus yang cantik jelita di jalanan berdebu ini,” seru
pemuda itu.
Putri
Venus memicingkan matanya menatap pemuda yang telah dengan lancangnya menakuti
kuda apinya.
“
Siapa dirimu? Mengapa kau tahu siapa aku?” tanya Putri Venus dengan nada
tinggi.
“
Siapa yang tidak mengenal Putri Venus, putri bungsu Raja Matahari? Raja
Matahari sendiri yang mengumumkan dirimu ke seluruh semesta ini. Betulkah kau
mencari jodoh?”tanya pemuda itu tidak perduli.
“
Dasar lancang! Mengapa kau langsung bertanya padaku? Kau tidak memperdulikan
kelembutan hati seorang wanita! Siapa sudi menjawab pertanyaanmu! Ayo Mirabela,
kita pergi dari sini! Kita kembali ke Istana.Tiba-tiba aku kehilangan minat
untuk berjalan-jalan,”ujar Putri Venus.
Pemuda
itu bergerak cepat dan menarik surai api Mirabela tanpa merasakan panasnya.
“
Jangan terburu-buru pergi, kuda yang cantik. Aku masih ingin berbicara dengan
tuanmu, walaupun tuanmu judesnya luarbiasa.”
Mirabela
mengikik senang. Melihat ketenangan dan kata-kata yang diucapkan pemuda
berambut pirang itu pada Mirabela, mau tak mau Putri Venus ingin mengetahui
perihal pemuda itu lebih jauh lagi.
“Sebenarnya
dirimu siapa? Mengapa kau menghalangi jalan kami?” tanya Putri Venus.
“
Aku adalah Pangeran Geo Jupiter, putra Raja Merkurius.”
Putri
Venus dan Mirabela terkejut.
“
Mengapa anak Raja Merkurius berada di wilayah kami? Engkau tidak takut para
pengawal kami akan menangkap dan menyiksamu?” tanya Putri Venus. Diam-diam rasa
kagum menyelusup ke dalam hatinya.
“
Aku tidak takut pada pengawal kerajaanmu Putri Venus. Yang aku takutkan adalah
Tuhanku, Tuhan Semesta Alam. Dialah Allah, Pencipta Seluruh Alam.”
Putri
Venus terdiam. Kini kekagumannya pada pemuda berambut pirang itu makin
bertambah.
“
Mengapa kau mencegatku disini, wahai Pangeran Geo Jupiter, putra Raja
Merkurius?” tanya Putri Venus.
“
Aku sedang berada di perpustakaan istanaku, ketika tiba-tiba kucium wangi yang
tak pernah kucium seumur hidupku. Aku lalu keluar istana. Sosokmu mengeluarkan
cahaya yang berpendar dari kejauhan. Aku tahu, Allah tidak akan memberikan
karunia yang begitu besar pada seseorang, jika seseorang itu tidak istimewa.
Maka aku mengeluarkan kereta kencanaku yang paling indah, beserta kuda api yang paling gagah, untuk mencegatmu.
Dan ya, aku tahu rencana Ayahmu. Ayahmu hendak menjodohkanmu dengan salah
seorang pangeran dari alam jauh agar
kerajaanmu memiliki sekutu perang untuk memerangi kerajaanku. Bukankah begitu
Tuan Putri Venus yang cantik dan bijaksana?”
Putri
Venus merasakan sindiran dalam kalimat Pangeran Geo.
“
Kalau misalnya hal itu benar, maka apa yang kerajaanmu akan lakukan?
Menculikku? Meminta tebusan pada Papaku? Sungguh tak kukira begitu lemah
taktikmu!”
Pangeran
Geo mengibaskan rambutnya.
“Maaf
Putri Venus. Walaupun kerajaanku berperang dengan kerajaanmu, tapi sungguh
tidak jantan rasanya jika aku harus menculikmu dan meminta tebusan pada Raja
Matahari. Bisa saja hal itu kulakukan. Tapi itu adalah strategi paling rendah
yang tak akan dilakukan seorang Pangeran seperti aku.”
“Oh,
begitukah?Lalu kenapa kau tidak membiarkanku pergi?”seru Putri Venus.
“
Karena aku jatuh hati padamu Putri Venus,” tukas Pangeran Geo dengan lantang.
Putri
Venus terdiam. Bagaimana bisa seseorang jatuh cinta pada pandangan pertama
mereka?
“
Engkau sedang bermimpi ya?Bagaimana bisa seseorang yang baru bertemu muka bisa
saling jatuh cinta? Aku tidak percaya!” seru Putri Venus.
Pangeran
Geo berjalan mendekati Putri Venus. Putri Venus panik.
“
Kau mau apa Pangeran Geo? Apakah kau tidak punya malu mendekati wanita yang
bukan milikmu?”
Pangeran
tertegun, lalu mundur empat langkah.
“
Maafkan aku Putri, aku tidak menyangka engkau setegas itu.”
“
Tentu saja aku harus tegas! Aku bersikap tegas karena aku baru bertemu denganmu!Tapi
jika aku bukan milikmu, aku tetap akan bersikap tegas seperti sekarang!”
Pangeran
Geo terdiam. Tiba-tiba dia tersenyum
“
Kalau kau jadi milikku, apa kau akan setegas ini?”
Wajah
Putri Venus merona karena malu. Dia terdiam lama sekali.
“
Tuan Putri Venus, aku bertanya padamu. Apakah jika engkau menjadi milikku
engkau tetap akan bersikap setegas ini?”
Putri
Venus tampak salah tingkah. Bukan apa-apa, Putri Venus membayangkan jika
dirinya menjadi milik Pangeran Geo. Membayangkan dirinya menjadi istri Pangeran
kerajaan Galaxi itu. Semburat merah
jambu menghias pipinya yang putih bersih.
“
Jawablah Putri, sebelum aku berteriak pada semesta jika aku mencintaimu,” ancam
Pangeran Geo.
Akhirnya
Putri Venus membuka mulutnya.
“Aku
tidak tahu Pangeran Geo,” sahut Putri Venus perlahan.
“
Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apakah engkau bersedia, Putri?”
tanya Pangeran Geo.
Putri
Venus terperangah. Ditatapnya wajah Pangeran Geo yang bersungguh-sungguh dengan
ucapannya. Putri Venus memalingkan wajahnya dengan enggan. Ditatapnya istana
kerajaan dari kejauhan. Kemudian dirinya teringat sang Ayah, Raja Matahari.
Hatinya berdegup tak menentu.
“
Jika engkau ingin menikahiku Pangeran, maka kau harus memintaku dari Ayahku.
Tidak jantan rasanya jika engkau meminta cintaku di jalanan seperti ini,” tukas
Putri Venus.
Pangeran
Geo tersenyum. Dikibaskannya jubahnya yang kemilau.
“
Aku akan menghadap Ayahmu esok hari. Semoga saja Allah memperkenankan engkau menjadi istriku, Putri Venus,”ujar
Pangeran Geo.
Putri
Venus menunduk dan tak menjawab. Beberapa saat mereka berdiam diri membiarkan
keheningan berbicara di antara mereka.
“
Tuan Putri, kita harus pulang. Beberapa saat lagi bintang akan ditembakkan.
Kita bisa ketahuan kalau terlalu lama di jalanan seperti ini,’ seru Mirabela
memecah kesunyian.
Putri
Venus tergagap, ditatapnya Pangeran Geo diam-diam.
“
Yah kau betul sekali Mirabela. Kita harus pulang sekarang. Kalau tidak, mungkin
kita terkena bintang yang panas itu. Ehm, kami pulang dulu Pangeran Geo,” seru
Putri Venus seraya menarik kekang.
“
Tunggu dulu Putri.!”
Putri
Venus menoleh dengan bingung,” Ada apa lagi Pangeran?”
“Apakah
hatimu sama dengan hatiku?”tanya Pangeran Geo.
Putri
Venus menunduk malu,
”
Aku mencintai seseorang yang mencintai Allah sebagai Tuhannya. Apalagi jika dia
juga mencintaiku...”
Putri
Venus memberikan senyuman sebelum memacu Mirabela kembali ke istana. Tinggallah
Pangeran Geo berdua dengan Magnetosfer, kuda apinya yang sangat gagah.
“
Magnet, aku jatuh cinta! Benar-benar jatuh cinta! Aku ingin menjadikannya
permaisuri di hatiku! Semesta dan Allah menjadi saksinya, aku akan menjadikannya istriku!”
Magnetosfer
meringkik tanda setuju. Pangeran Geo lalu masuk ke dalam kereta lalu kereta itu
kembali ke kerajaan Galaxi.(bersambung)
Langganan:
Postingan (Atom)















