Tampilkan postingan dengan label cerita manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita manis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

MENGAPA BERBICARA ITU MENGHIDUPKAN PERASAAN ROMANTIS

MENGAPA BERBICARA ITU MENGHIDUPKAN PERASAAN ROMANTIS

Dewasa ini wanita kekurangan waktu satu sama lain.Pada berbagai tingkat,mereka merasa kewalahan dengan begitu banyak hal yg harus dilakukan.Kurangnya dukungan dari wanita lain,pembicaraan seputar dunia kerja,banyak wanita dewasa ini yang tidak saja lapar untuk berbagi perasaan di penghujung hari,tetapi kelaparan.Melalui cara yang ajaib ,dilema baru ini sebenarnya dapat membuka peluang untuk cinta asmara.
Pria harus merasa dibutuhkan dan dihargai.Ini merupakan bahan bakar utama buat mereka.Masalah akan timbul ketika wanita bisa mencari nafkah sendiri dan dapat melindungi dirinya sendiri.
Meskipun wanita tidak lagi begitu tergantung kepada pria sebagai pencari nafkah dan pelindung,mereka tiba-tiba mempunyai kebutuhan baru yg muncul:"seorang pria yang bisa diajak bercakap-cakap;seorang pasangan yang betul2 perduli dan mau mendengarkan.
Wanita zaman sekarang perlu berkomunikasi dab merasa didengarkan di penghujung hari.
‪#‎MarsandVenusInTheBedroom‬

Kamis, 06 Agustus 2015

CINTA

                                                                                     CINTA
Cinta itu unik ya? Cinta jatuh tanpa mengenal ruang dan waktu. Cinta jatuh tanpa permisi dan mengetok pintu dulu. Kalau ada yang pernah merasa cinta pada pandangan pertama, pasti akan merasakan bagaimana dunia menghilang saat yang dicinta datang. Padahal kawan, tahukah kalian jika cinta itu mempunyai waktu untuk bersemi? Cinta tidak tiba-tiba tumbuh, bersemi dan mewangi. Ada waktu yang membuatnya berbuah hingga rasa suka atau kekaguman berubah menjadi cinta. Cinta pada pandangan pertama biasanya tercetus karena keindahan fisik. Bisa karena yang dicintai wajahnya tampan, manis, cuakep, ganteng atau macho. Namun cinta seperti ini tidak berumur lama. Semakin kenal dengan si pemilik wajah indah ini, maka kepribadian dan akhlak yang penting untuk dijadikan unsur dicintai akan semakin terlihat. Jika si pemilik wajah cantik dan macho ini mempunyai sifat menyebalkan, gampang marah, cemberut dan egois, maka lambat laun rasa cinta yang mulanya berkobar akan padam perlahan-lahan. Sama halnya dengan kasus seseorang yang berwajah biasa tapi mempunyai akhlak mulia. Kebiasaan wajahnya tertutupi karena kerendahhatiannya.Kebiasaan wajahnya tertutupi karena kecerdasannya. Kebiasaan wajahnya tertutupi karena kasih sayang tulusnya pada orangtua dan anak kecil. Kebiasaan wajahnya tertutupi karena kemandiriannya.
Bukankah kasus cinta unik di sekitar kita banyak terjadi? Apalagi jika cinta itu ter-energi-kan dengan niatan karena Allah. Wuiiih. Cinta yang timbul karena Allah akan menghasilkan energi yang maha dahsyat. Bukan hanya berakibat pada yang kita cinta, tapi berakibat pada orang-orang di sekelilingnya. Contohnya, kisah cinta bunda Khadijah dan Rasulullah Muhammad. Kisah cinta keduanya berakibat terbukanya jalan dakwah Islam pada masyarakat jahiliyah Quraisy.Cinta Rasulullah Muhammad pada bunda Khadijah abadi, bahkan setelah meninggalnya bunda Khadijah, yang mengakibatkan kecemburuan istri-istrinya yang masih hidup. Padahal perbedaan umur keduanya terpaut jauh,25 tahun dengan 45 tahun(jangan samakan dengan Ariel Noah dan Sophia Latjuba ya, beda kasus!!!). Yah cinta memang indah sekali dirasakan. Tapi jika cinta yang ada tidak dipupuk dan dirawat, bisa jadi cinta akan meranggas, kering bahkan mati. Seindah apapun awalnya, cinta yang dibiarkan begitu saja akan musnah perlahan-lahan. Apalagi cinta yang awalnya nafsu belaka.Hanya seumur jagung bisa kering kerontang dan menghilang. Cinta yang dimulai dengan kebaikan adalah cinta yang dimulai saat ijab qabul telah terucap. Cinta yang melahirkan komitmen. Cinta yang melahirkan tanggung jawab. Cinta yang melahirkan sakinah, mawadah dan warohmah. Cinta juga tidak membelenggu pasangannya. Cinta malah memberikan sayap pada pasangannaya itu. Jangan sampai seorang istri merasa dipenjara di rumah suaminya karena suaminya tidak memperbolehkan dia kemana-mana karena kecemburuan yang buta. Dan tidak semestinya seorang istri pergi keluar rumah seenak perutnya seakan-akan dia belum menikah saja. Cinta akan menghasilkan sesuatu yang indah. Pengertian dan kebersamaan. Dalam perjlanan suatu cinta pasti akan banyak rintangannya. Seperti kita menanam padi, pasti akan tumbuh padi dan rumput. Tapi jika kita hanya menanam rumput saja, mana mungkin akan berubah jadi padi? Begitu pula cinta. Siapa yang menanam cinta akan menuai juga cinta. Cinta yang sebenar-benarnya akan tahan uji karena kasih sayang yang tercipta karena cinta. Mungkin akan tiba masa dimana cinta berubah menjadi membosankan. Tapi karena cinta jualah bosan itu kembali jadi cinta. Tapi hati-hati kawan, jangan besarkan cintamu pada mahluk lebih besar daripada cintamu pada Allah. Allah Maha Pencemburu. Seperti Buya Hamka yang ditinggalkan istrinya karena meninggal. Saat beliau rindu istrinya, beliau akan bersenandung. Tapi jika kerinduannya tambah memuncak maka Buya Hamka segera melaksanakan sholat taubat dua rakaat. Ketika ditanya mengapa sering melakukan hal itu, Buya Hamka menjawab:”Aku takut jika kecintaanku pada istriku mengalahkan kecintaanku pada Tuhanku.”
Rasulullah mencintai istri-isrinya yang sembilan. Tapi cintanya tidak sempurna. Kecintaanya pada Allah lebih diatas segalanya. Beliau rela sholat tahajud sampai kakinya bengkak. Beliau rela dicaci, dihina dan diboikot karena meninggikan nama Allah dan Islam. Walau begitu Rasulullah berkata;” Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada istri. Dan akulah yang paling baik kepada istri-istriku diantara kalian.”
Yup, cinta memang harus ditanamkan, ditumbuhkan, dan dirawat. Cinta tidak bisa diukur derajatnya tapi bisa dirasakan. Seperti cinta Allah pada hambaNya.Dikirimnya Al-Quran sebagai pedoman hidup agar manusia tidak tersesat. Cinta itu disemai dan dituai. Sama seperti persahabatan, ada waktu untuk menumbuhkan kedekatan dan kebersamaan.Yah Cinta itu disemai dan dituai. Jadi jika ada seseorang yang masih merasa jatuh cinta pada pandangan pertama, sepertinya itu bukanlah cinta, tapi dipelet!

SEDARI KECIL


DARI KECIL!!
Seorang gadis kecil,kelas 3 SD,melongokkan kepalanya dari balik etalase.
Saya:"Mau beli apa?"
Gadis kecil:"Teh,mau nanya.Coklat ini harganya berapa?"
Saya:"Yang kecil 500,yg bergagang 1000,yg bunga1500."
Gadis kecil:"Kalau saya mau beli buat dijual lagi boleh ga?"
Saya melihat gadis kecil itu penuh minat.
Saya:"Boleh banget.Mau yang mana?Kalau yg 500 teteh korting jadi 400 perbuah.Yg 1000 jadi 800.Yg 1500 jadi 1250."
Gadis kecil:"Nanti ya.Mau bilang dulu sama ibu."
Saya:"Oke!"
Beberapa saat kemudian.Seorang ibu yg jadi pelanggan toko kami dan suka banget beli pempek,dengan raut muka menyerah,menatap saya.
Ibu itu:"Teh,kalau yg kecil kan 400 ya?Saya beli 50."
Saya:"Boleh bu."
Gadis kecil tersenyum melihat ibunya.
Ibu itu:"Saya sudah melarang dia buat jualan.Masak sekolah sambil jualan?Tapi anaknya "keukeuh"pengen jualan.Dari tadi maksa terus ke saya buat beli coklat disini."
Saya:"Bagus dong bu.Mumpung masih kecil dikenalkan semangat jualan.Jualan itu disamping ada untungnya,itu juga melatih mental biar ga pemalu,pantang menyerah,dan pintar berunding.Untung anak ibu mau jualan.Yang belajar jualan sejak kecil,terbukti besarnya mampu berwirausaha mandiri.Kalau udah gede lebih susah bu.Susah berubah jadi pengusaha."
Gadis kecil tersenyum dengan mata berbinar mendengar kata2 saya.
Ibu itu:"Ya udah.Nanti jualannya pas istirahat.Jangan lagi belajar jualan.Nanti bu guru marah loh."
Gadis kecil:"Iya udah tahu."
Saya jadi teringat seorang anak lakilaki dalam tabligh akbar yg diadakan RTV di PUSDAI.Anak laki2 itu lahir prematur.Selama 24 jam anak itu diperdengarkan murotal Quran.Waktu umurnya 4,5 tahun dia sudah hafal Quran.Mendidik itu harus dilakukan sejak dini lagi.Asalkan pembelajaran itu menyenangkan,seirang anak tidak akan merasa tersiksa belajar.
Saya mendukung proses belajar yang tidak mengutamakan hasil.Bagi saya,proses belajar itu menyenangkan.Apapun hasilnya.Jika saya punya anak kelak,saya akan didik sedari dalam kandungan.Bagaimana dengan anda?
‪#‎sejakkecilmenikmatiprosesbelajar‬

Senin, 31 Maret 2014

PENDAR DI MATAMU



PENDAR DI MATAMU 


Ada pendar itu dimatamu. Berapa kali harus kukatakan itu pada diriku sendiri? Engkau begitu dekat, tapi sekaligus begitu jauh. Kau di depanku, tapi aku bahkan tidak bisa bertanya padamu. Senyummu tertuju untuk kami semua yang hadir di ruangan ini. Namun, entah mengapa, setiap kali kau menyapukan pandanganmu kearahku, tatap matamu tertahan dua detik lebih lama daripada pandanganmu pada orang lain. Mengapa oh mengapa? Kau membuat dadaku berdesir pada sebuah pengharapan. Namun aku tidak mau memuja harapan itu. Walau patah hati sudah biasa untukku. Walau pupus harapan sudah terlalu meninggalkan luka untukku.
Jemarimu yang kekar cekatan membuka laptop Sisi yang rusak. Sengaja Sisi memintaku mengantarnya padamu untuk memperbaiki layar laptopnya yang tiba-tiba gelap total. Dan dibalik kerling Sisi, bisa kurasakan niatnya untuk mendekatkanmu padaku. Sisi dan Maria. Mereka kompak untuk menjodohkan aku denganmu. Coba , kedengarannya sangat lucu bukan? Bukankah aku yang pertama mengenalkanmu pada mereka? Secara teori aku lebih dekat denganmu dibanding mereka bukan? Tapi aku butuh mereka untuk mendekatkan kita? Mendekatkan kamu padaku? Aihhh. Pengecutnya aku.
Aku jatuh cinta padamu ketika kau sedang memperbaiki komputerku yang rusak. Saat itu entah mengapa, aku ingin sekali menatapmu lebih lama dari yang biasa kulakukan. Dan saat menatapmu itu, ada kenikmatan menjalar di dadaku. Bahagia. Ya bahagia. Entah kau merasakannya juga atau tidak. Yang jelas, malamnya aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu. Tingkah yang seharusnya tidak kulakukan. Karena jelas, dengan hanya menatap wajahmu saja aku menyiksa hatiku dan melupakan Tuhan.
Kebersamaan kita terlalu lama sebagai sahabat. Aku banyak mendengar kisahmu dan perempuan-perempuan itu. Cerita tentang keidealisan dirimu. Cerita tentang keluargamu. Semuanya. Dan aku yakin kau pun tahu cerita  laki-laki temanmu yang membuatku patah hati. Ajaibnya, kita melewatkan tahun-tahun bersama sebagai sahabat. Aku tahu persis kesukaanmu pada komputer, tekhnologi dan makanan pedas. Dan kau tahu tentang kesukaanku pada musik, film dan mie ayam. Bergantian kita saling mentraktir semangkuk mie ayam, atau baso, atau rujak petis yang rasanya pedas dan membuat ingus kita meleleh setelah menyantapnya.
Aku tahu kapan kau sedih. Aku tahu kapan kau bahagia. Bahkan saat kau tidak menceritakannya padaku. Seperti saat Ayahmu yang tiba-tiba sakit. Waktu itu kau memegang jabatan sebagai ketua panitia acara. Dan kami butuh kau disana. Dengan sangat bertanggungjawabnya, kau melakukan kewajiban sebagai ketua panitia. Saat itu kau disana, hadir dan  tersenyum, tapi tidak matamu. Matamu menyorotkan kesedihan dan kebimbangan. Aku merasakannya juga. Sungguh. Dan aku berdoa agar acara kita cepat selesai, agar kau bisa langsung menjenguk Ayahmu di rumah sakit.   Dan aku juga berdoa agar dirimu tidak sedih terus dan cepat riang kembali. Itu bukti aku memperhatikanmu lebih dari yang lain bukan? Lalu kapan aku tahu kau memperhatikanku?
 Saat itu aku sedih karena masalah dengan Mama di rumah. Dan sumpah, aku tidak memberi tahu siapapun tentang hal itu, tapi kau menghiburku dengan leluconmu yang konyol dan membuatku tertawa terbahak-bahak. Lelucon yang membuat wajah cemberutku berubah menjadi wajah gembira. Kalau tidak salah, saat itu aku mulai menyanyangimu sebagai teman. Karena saat itu, yang bisa mengalihkan kesedihan dan kemarahanku dari masalah yang dibuat keluargaku hanya kau. Bahkan ketika kau mendengar bahwa Michael putus denganku dan menikahi Zahra, engkau tahu betapa hancurnya hatiku. Dan kau pun mulai mengajakku ikut dalam segala macam kepanitiaan acara. Benar sekali, luka yang paling dalam sekalipun akan sembuh jika kita mengalihkan pikiran kita pada hal yang lain.  Sejak saat itu setiap perhatianmu, yang terasa biasa untukmu, terasa luar biasa bagiku.
Kau tahu lagu Lucky-nya Jason Meraz yang berduet bareng ama Joshua Pretty? Mungkin saat itu perasaanku seperti lirik lagu itu. Lucky to be in love with our best friend. Itulah yang aku rasakan. Berada di dekatmu sangat membahagiakan. Berbicara denganmu membuat hari-hariku ceria. Aku bahkan merasa kita lebih dekat dari orang yang sedang pacaran. Aku merasa bahagia. Tapi apakah kau juga merasakan hal yang sama denganku?
Kau pernah bilang bahwa kau mengidamkan perempuan dengan wajah cantik hingga kau tidak akan pernah bosan menatapnya seharian. Kau juga ingin perempuan itu berusia sepuluh tahun lebih muda darimu. Aku menghitung usiaku saat itu juga. Kita hanya bertaut sekitar dua tahun. Dan kau menginginkan perempuan yang umurnya berselang sepuluh tahun denganmu?
Aku juga merasa wajahku hanya manis biasa, tidak cantik jelita. Maka saat itu aku mulai bertanya-tanya dalam hati. Apakah semua yang kaukatakan itu merupakan petunjuk agar aku tidak mengharapkanmu? Apakah keinginanmu itu adalah pengusiranku secara perlahan dalam kehidupanmu?
Kalau iya, mengapa tidak engkau katakan terus terang padaku? Hatiku terlanjur menyayangimu tanpa syarat sekian lama ini.  Ya, kau tidak menyuruhku menyukaimu. Tapi tahukah  kau, dirimu yang membuat aku menyukaimu.
Lalu lamaran itupun datang. Aku dilamar seseorang.  Seseorang itu ingin menikahiku walaupun ia tidak mencintaiku. Aku tertawan oleh kenyataan yang diujikan Tuhan padaku. Kalau saja kau tahu betapa bimbang hati ini memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran itu. Tapi kau tidak tahu bukan? Aku baru menyadari, kau hanya menganggapku sebagai seorang teman. Tidak lebih. Karena kau bahkan tidak mau berbicara tentang pernikahan bila berada di dekatku.
Namun, entah mengapa, setiap kali kau menyapukan pandanganmu kearahku, tatap matamu tertahan dua detik lebih lama daripada pandanganmu pada orang lain. Ingin aku langsung bertanya, apa yang kau rasakan terhadapku? Sebatas temankah? Atau pernahkah tersirat diriku sebagai pendamping hidupmu?
Dan saat aku memberanikan diri untuk bertanya padamu, di sisi sungai itu, mengapa sinar matamu tiba-tiba berubah menjadi ketakutan?
 Duhai, pangeran impian, aku patah hati saat itu juga. Sebelum engkau mengucapkan jawabannya, sebelum engkau memuntahkan kata-kata setajam silet untuk merobek hatiku jadi dua. Aku patah hati lagi! Tidak hanya itu , aku patah arang.
Detik-detik menuju pelaminan terasa cepat bagiku. Aku tidak kuasa menghentikan degup jantung yang bertalu-talu ingin menyuarakan kesedihan. Dulu ada engkau sebagai penghiburku, namun kini engkaulah yang menorehkan kepedihan ini. Kalau saja saat ini kau tiba-tiba datang dan memohon cintaku, aku bersedia  untuk  melarikan diri bersamamu, dengan gaun pengantinku yang berwarna putih bercorak emas. Aku tidak akan memperdulikan harga diri dan martabat keluarga. Yang kuperdulikan hanya dirimu dan cintamu. Aku tidak perduli pada materi dan harta yang tidak kau miliki. Asalkan bersamamu, aku pasti akan bahagia. Hanya saja, kau tidak datang..
Di hari  itu, akhirnya engkau datang di penghujung hari. Saat tamu-tamu yang lain pulang dan hanya menyisakan sedikit makanan, kau datang bersama Liana,guru TPA. Wajahmu tersenyum padaku dan pada suamiku. Namun tidak matamu. Entahlah mungkin hanya perasaanku saja. Liana menyapaku dengan hangat, kecup pipi kiri dan pipi kananku
“Barakalloh ya Teh, semoga berkah,”ucap Liana dengan hangat.
“ Aamiin, semoga Liana cepat menyusul ya,”balasku.
Liana tersenyum, ditatapnya kedua mataku. Dia mengangguk
“Insyaallah Teh, doakan saja.”
Diam. Engkau hanya diam di belakang Liana. Lalu, kalian pamit pulang.
“Kami pamit pulang dulu Teh.”
“Loh kok? Kalian kan belum makan ?”
Liana tersenyum penuh misteri.
“ Kami datang untuk mendoakan Teteh. Itu yang penting Teh.”
Aku mengangguk dan menangis dalam hati. Ya Rabb, awal pernikahanku dimulai dengan perjuangan menghapus suka kepada seorang hambamu yang  pernah menjadi sahabatku. Dan aku akan berjuang untuk itu. Karena disisiku kini menjulang laki-laki yang Kau takdirkan menjadi pendamping hidupku. Laki-laki yang telah meminangku dengan tulus. Laki-laki yang bersedia menjadi imam dan penanggung jawabku.
Di kamar, aku dan suamiku mengerjakan sholat sunat dua rakaat. Lalu setelahnya, dia membalikkan badannya ke arahku. Wajahnya memang tidak setampan dirimu. Tapi kilau di matanya terlihat tajam. Matanya seakan berbicara banyak.
“ Teteh, sekarang saya sudah menjadi suami Teteh. Saya memohon kepada Allah sifat baik Teteh dan berlindung dari sifat jelek Teteh. Semoga Teteh bisa menerima saya apa adanya saya. Baik itu kelebihan atau kekurangan saya. Jika memang nanti ada sikap saya yang kurang berkenan di hati Teteh, bersabarlah, dan mohonlah pertolongan pada Allah dengan sholat. Sesungguhnya Allah Maha Menolong orang yang selalu minta pertolonganNya. Saya tidak tahu saya akan berjodoh dengan Teteh seperti sekarang. Mungkin sebelum saya Teteh menyukai laki-laki lain. Dan sebelum Teteh saya juga menyukai wanita lain. Dan banyak juga manusia di luar sana yang menanti saya atau Teteh. Tapi ternyata, Allah telah menakdirkan kita berjodoh. Semoga pernikahan ini menjadi rahmat dan berkah bagi kita, aaamiin.”
Lalu suamiku meletakkan tangan kanannya di ubun-ubunku dengan lembut. Doa dari mulutnya terdengar lirih. Tangannya bergetar. Aku mendongak dan mendapati pipi suamiku basah oleh airmata. Aduhai, tatkala aku melihat airmata itu perasaan suka kepadamu hilang seketika. Aku bawa tangannya ke keningku. Kucium jemarinya dengan takzim. Aku menatap laki-laki di depanku ini. Dialah kekasih halalku. Dialah suamiku. Dialah manusia yang dikirim Allah untukku. Aku berjanji dalam hati aku tidak akan menyia-nyiakannya. Dan seiring doaku yang menderas, pandangan mataku kabur oleh air mata. .(rinz)
(teruntuk temanku yang risau menghadapi jodoh dari orangtuanya, Allah Maha Mengetahui hatimu mbak, istikhorohlah dengan sepenuh jiwa, dan saat hatimu mantap menerima, melangkahlah dengan tegar.)


Minggu, 30 Maret 2014

SAJADAH BIRU





Adzan sudah berkumandang. Waktunya pergi ke mesjid. Saat hendak mengambil sajadah, Ridwan tertegun sejenak. Sajadahnya terlihat lusuh karena terlalu sering digunakan. Bagaimana tidak. Sajadah itu milik mediang almarhum Ayah. Entah berapa tahun usia sajadah itu kini. Yang jelas sajadah itu pasti sudah tua. Akhirnya Ridwan pergi ke mesjid tanpa membawa sajadahnya.
Saat Ridwan pulang. Ibu sedang menjahit pesanan pakaian tetangga seperti biasanya.
“ Makan dulu, Wan?”seru Ibu.
“Iya  Bu.” Lalu membaca bismillah, Ridwan makan malam dengan lauk seadanya. Setelah selesai, Ridwan membuka-buka buku pelajarannya. Baru juga 15 menit Ridwan membaca ulang buku IPS-nya, rasa kantuk menyerangnya. Tak terasa, Ridwan tertidur di atas meja.
Terasa ada yang menjawil pundaknya. Ridwan terbangun dari tidurnya. Dia menoleh ingin tahu siapa yang menjawilnya. Wajahnya terkejut ketika dilihatnya sajadah biru berdiri dibelakangnya dan berkacak pinggang.
“ Kenapa kamu tidak membawa aku saat ke Mesjid?”tanya Sajadah Biru dengan marah.
Ridwan ternganga saking kagetnya.
“ Kamu tahu tidak ya Ridwan, aku ini warisan Ayahmu. Aku sudah bersama Ayahmu sejak lama.”tanya Sajadah Biru.
Ridwan masih terdiam. Lalu Sajadah Biru menariknya dan mendudukkanya  ke atas dirinya.
“ Sudah, kamu diam saja dan lihatlah petualangan yang pernah kami lakukan bersama!”
Sajadah Biru membawa Ridwan melintasi sabut awan yang tipis. Angin dingin menerpa pipinya dengan kencang. Tapi Ridwan tidak takut. Ridwan malah merasa senang. Ditatapnya langit  bertabur bintang.
“Sajadah, bawa aku menuju bintang dong,”teriak Ridwan.
“ Beneran kamu mau melihat bintang yang diatas itu?”tanya Sajadah Biru.
“Bener! Ayo, cepat bawa aku kesana!”
Sajadah Biru melesat ke atas langit, dan tambah ke atas lagi. Lampu-lampu bersinar dari rumah-rumah di bawahnya. Semarak lampu yang berasal dari lampu jalanan dan lampu neon iklan, berkerlap-kerlip dengan indahnya. Bumi terlihat bagai taman hiburan yang penuh dengan lampu. Ridwan tersenyum. Dalam hidupnya ia tidak pernah merasa gembira seperti ini. Apakah dulu Ayahnya mengalami hal yang ia rasakan saat ini?tanya hati kecil Ridwan.
 “ Allah telah memberikan karunia buat anak yang soleh, yang selalu sholat dan pergi ke mesjid dengan penjagaan malaikat. Aku yang menjadi saksi bahwa Ayahmu yang selalu pergi ke Mesjid untuk sholat berjamaah, dijaga oleh malaikat. Malaikat itu mengajaknya terbang ke angkasa seperti yang kau lakukan saat ini.”
“ Lalu  mengapa bukan malaikat yang mengajakku terbang?”tanya Ridwan
“Aku meminta pada Allah agar bisa mengajakmu terbang. Aku ingin memberitahumu, jika kau terus membawa aku ke Mesjid, maka pahala akan mengalir untuk Ayahmu.”
Ridwan terdiam. Tiba-tiba terasa ada yang menjawil pundaknya. Namun kali ini jawilannya tidak keras. Ridwan menoleh ke belakang. Dilihatnya wajah Ibu.
“Ibu? Ibu ikut terbang juga?”
Ibu menatapnya dengan heran.
“Ikut terbang apanya? Ayo tidur dikamarmu! Nanti badan kamu sakit kalau tidur di atas meja seperti ini!”
Ridwan tersentak. Dia tidak terbang ke langit. Dia tidak melayang di antara awan. Tapi, kok pipi dan wajahnya terasa dingin?  Ridwan menatap sajadah biru yang tersampir di kursi. Dia teringat akan kata-kata terakhir yang diucapkan Sajadah Biru. Jika dia terus membawa sajadah biru ke Mesjid, maka pahala akan mengalir untuk Ayahnya. Ridwan tersenyum.
“ Aku akan selalu membawamu ke Mesjid, sajadah biru, selalu,” janji Ridwan.(rinz)

KISAH AURORA, SANG MALAIKAT CAHAYA





Putri Venus sedang berjalan-jalan mengitari Andromeda, kerajaan milik Raja Matahari, menggunakan unicorn, kuda api, yang bernama Mirabela. Android dan bintang kecil tampak  bertebaran di sisi kanan dan sisi kiri. Bahkan ada yang menyebar dibawah kaki Mirabela. Beberapa bintang terpecah mengenai kuku besi Mirabela dan menimbulkan percikan bunga api yang indah.
“ Mirabela, tenanglah sedikit. Aku ingin berjalan-jalan bukan berlomba. Untuk apa kau terburu-buru? Ini bukan jalan-jalan namanya, tapi perlombaan,” seru Putri Venus seraya membetulkan mahkotanya yang miring karena gerakan Mirabela.
“Tuan Putri, maafkan hamba, tapi saat ini para mahluk angkasa sedang berpesta di Istana. Tapi mengapa tuan Putri mengajakku jalan-jalan?” tanya Mirabela tak mengerti.
“ Aah, Mirabela. Kau kan tahu aku tidak suka pesta. Aku lebih suka menghabiskan waktuku dengan menyiram kebun bunga milik Mama. Bunga-bunganya lebih indah jika kusiram dengan air. Atau memasak makanan baru di dapur istana. Leo marah ketika tahu aku memasak kue apel sendiri. Dasar Kakak yang aneh. Padahal kue apel buatanku sangat enak.”
“ Bukankah tuan Putri sudah dewasa, mengapa tuan Putri menghabiskan waktu dengan sia-sia seperti itu?”potong Mirabela.
“ Apa maksudmu Mirabela? Aku menikmati setiap detik waktuku di istana. Aku menikmati waktu remajaku. Mengapa kau yang merajuk? Heran,”tukas Putri Venus.
Tangannya menyapu android dan bintang kecil seakan menyapu air. Android dan bintang kecil itu melayang dan berputar perlahan.
“Bukankah Raja Matahari sedang mencari calon suami, lalu menikahkan tuan Putri dengannya? Waktu yang kita miliki sangat sebentar. Tak ada lagi waktu bermain-main. Kita akan berpisah,” ujar Mirabela sedih.
“ Jangan bersedih Mirabela. Nanti aku akan ikut menangis bersamamu. Sudahlah. Lagipula Papa belum memiliki waktu untuk memilihkan calon suami bagiku. Waktunya habis di medan perang. Ah, mengapa para laki-laki selalu suka berperang? Bukankah alam semesta akan lebih baik jika ada yang mengalah? Jika aku jadi pewaris kerajaan, aku akan memberikan planet biru itu pada Raja Merkurius.”
Mirabela menggelengkan kepalanya. Kepolosan dan kesabaran Putri Venus membuatnya gemas. Jika seluruh mahluk alam semesta berpikir seperti yang Putri Venus pikirkan, mungkin tidak akan ada peperangan. Tapi menurut pembicaraan para panglima perang yang pernah menunggangi teman-temannya dan diceritakan kembali  padanya, planet biru itu planet yang sangat indah. Di planet biru itu terdapat persediaan air dan oksigen yang melimpah. Jika satu benih ditanam di planet biru itu, maka sekejap kemudian benih itu akan tumbuh dan menghasilkan buah. Jadi pantas saja jika planet biru itu menjadi rebutan dua kerajaan. Kerajaan Andromeda yang dipimpin Raja Matahari, dan kerajaan Galaxi yang dipimpin Raja Merkurius.
“ Lihat disana Mirabela! Kereta siapa itu yang melaju kemari? Debu-debu kosmiknya sampai beterbangan kesana kemari! Ceroboh sekali penunggang itu!” omel Putri Venus.
Mirabela melihat kereta yang melaju ke arah mereka. Perlahan-lahan tampaklah wujud keseluruhan kereta itu. Kereta itu terbuat dari emas putih dan bertatahkan berlian. Setiap lekukannya diukir dengan sangat sempurna. Kuda api yang menghela kereta yang luar biasa itu juga menakjubkan. Kuda api itu menyemburkan api dari hidungnya. Matanya yang hitam seakan bisa melihat sampai ke kedalaman jiwa seseorang. Mirabela yang merupakan kuda api betina, bergetar hatinya.
“ Mirabela? Mengapa engkau gemetar seperti ini?”tanay Putri Venus heran.
“ Aduh tuan Putri. Kuda api yang akan melewati kita adalah kuda api yang luar biasa gagahnya. Hamba tiba-tiba merasa takut,” ujar Mirabela.
“ Ssh, apa yang kau takutkan ? Masa kau takut pada seekor kuda api? Seharusnya engkau takut pada Penciptamu Mirabela. Seharusnya kita takut pada Allah.”
Mirabela terdiam. Ditatapnya kereta beserta kuda apinya yang luar biasa. Walau susah untuk menaklukkan ketakutannya, hatinya berdzikir  mengingat Allah.
Kereta kencana itu berhenti tepat di depan mereka. Seorang pemuda tampan dengan rambut pirang ikal sebahu keluar dari kereta itu. Pakaian yang dikenakannya sangatlah mewah dan berkilauan. Sebuah mahkota yang terbuat dari emas putih, bertahtakan berlian berbentuk oval, bertengger di kepala pemuda itu.
“ Wah wah wah! Suatu kejutan yang menyenangkan! Siapa yang menyangka, aku bisa bertemu dengan Putri Venus yang cantik jelita di jalanan berdebu ini,” seru pemuda itu.
Putri Venus memicingkan matanya menatap pemuda yang telah dengan lancangnya menakuti kuda apinya.
“ Siapa dirimu? Mengapa kau tahu siapa aku?” tanya Putri Venus dengan nada tinggi.
“ Siapa yang tidak mengenal Putri Venus, putri bungsu Raja Matahari? Raja Matahari sendiri yang mengumumkan dirimu ke seluruh semesta ini. Betulkah kau mencari jodoh?”tanya pemuda itu tidak perduli.
“ Dasar lancang! Mengapa kau langsung bertanya padaku? Kau tidak memperdulikan kelembutan hati seorang wanita! Siapa sudi menjawab pertanyaanmu! Ayo Mirabela, kita pergi dari sini! Kita kembali ke Istana.Tiba-tiba aku kehilangan minat untuk berjalan-jalan,”ujar Putri Venus.
Pemuda itu bergerak cepat dan menarik surai api Mirabela tanpa merasakan panasnya.
“ Jangan terburu-buru pergi, kuda yang cantik. Aku masih ingin berbicara dengan tuanmu, walaupun tuanmu judesnya luarbiasa.”
Mirabela mengikik senang. Melihat ketenangan dan kata-kata yang diucapkan pemuda berambut pirang itu pada Mirabela, mau tak mau Putri Venus ingin mengetahui perihal pemuda itu lebih jauh lagi.
“Sebenarnya dirimu siapa? Mengapa kau menghalangi jalan kami?” tanya Putri Venus.
“ Aku adalah Pangeran Geo Jupiter, putra Raja Merkurius.”
Putri Venus dan  Mirabela terkejut.
“ Mengapa anak Raja Merkurius berada di wilayah kami? Engkau tidak takut para pengawal kami akan menangkap dan menyiksamu?” tanya Putri Venus. Diam-diam rasa kagum menyelusup ke dalam hatinya.
“ Aku tidak takut pada pengawal kerajaanmu Putri Venus. Yang aku takutkan adalah Tuhanku, Tuhan Semesta Alam. Dialah Allah, Pencipta Seluruh Alam.”
Putri Venus terdiam. Kini kekagumannya pada pemuda berambut pirang itu makin bertambah.
“ Mengapa kau mencegatku disini, wahai Pangeran Geo Jupiter, putra Raja Merkurius?” tanya Putri Venus.
“ Aku sedang berada di perpustakaan istanaku, ketika tiba-tiba kucium wangi yang tak pernah kucium seumur hidupku. Aku lalu keluar istana. Sosokmu mengeluarkan cahaya yang berpendar dari kejauhan. Aku tahu, Allah tidak akan memberikan karunia yang begitu besar pada seseorang, jika seseorang itu tidak istimewa. Maka aku mengeluarkan kereta kencanaku yang paling indah, beserta  kuda api yang paling gagah, untuk mencegatmu. Dan ya, aku tahu rencana Ayahmu. Ayahmu hendak menjodohkanmu dengan salah seorang pangeran dari alam  jauh agar kerajaanmu memiliki sekutu perang untuk memerangi kerajaanku. Bukankah begitu Tuan Putri Venus yang cantik dan bijaksana?”
Putri Venus merasakan sindiran dalam kalimat Pangeran Geo.
“ Kalau misalnya hal itu benar, maka apa yang kerajaanmu akan lakukan? Menculikku? Meminta tebusan pada Papaku? Sungguh tak kukira begitu lemah taktikmu!”
Pangeran Geo mengibaskan rambutnya.
“Maaf Putri Venus. Walaupun kerajaanku berperang dengan kerajaanmu, tapi sungguh tidak jantan rasanya jika aku harus menculikmu dan meminta tebusan pada Raja Matahari. Bisa saja hal itu kulakukan. Tapi itu adalah strategi paling rendah yang tak akan dilakukan seorang Pangeran seperti aku.”
“Oh, begitukah?Lalu kenapa kau tidak membiarkanku pergi?”seru Putri Venus.
“ Karena aku jatuh hati padamu Putri Venus,” tukas Pangeran Geo dengan lantang.
Putri Venus terdiam. Bagaimana bisa seseorang jatuh cinta pada pandangan pertama mereka?
“ Engkau sedang bermimpi ya?Bagaimana bisa seseorang yang baru bertemu muka bisa saling jatuh cinta? Aku tidak percaya!” seru Putri Venus.
Pangeran Geo berjalan mendekati Putri Venus. Putri Venus panik.
“ Kau mau apa Pangeran Geo? Apakah kau tidak punya malu mendekati wanita yang bukan milikmu?”
Pangeran tertegun, lalu mundur empat langkah.
“ Maafkan aku Putri, aku tidak menyangka engkau setegas itu.”
“ Tentu saja aku harus tegas! Aku bersikap tegas karena aku baru bertemu denganmu!Tapi jika aku bukan milikmu, aku tetap akan bersikap tegas seperti sekarang!”
Pangeran Geo terdiam. Tiba-tiba dia tersenyum
“ Kalau kau jadi milikku, apa kau akan setegas ini?”
Wajah Putri Venus merona karena malu. Dia terdiam lama sekali.
“ Tuan Putri Venus, aku bertanya padamu. Apakah jika engkau menjadi milikku engkau tetap akan bersikap setegas ini?”
Putri Venus tampak salah tingkah. Bukan apa-apa, Putri Venus membayangkan jika dirinya menjadi milik Pangeran Geo. Membayangkan dirinya menjadi istri Pangeran kerajaan Galaxi itu.  Semburat merah jambu menghias pipinya yang putih bersih.
“ Jawablah Putri, sebelum aku berteriak pada semesta jika aku mencintaimu,” ancam Pangeran Geo.
Akhirnya Putri Venus membuka mulutnya.
“Aku tidak tahu Pangeran Geo,” sahut Putri Venus perlahan.
“ Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apakah engkau bersedia, Putri?” tanya Pangeran Geo.
Putri Venus terperangah. Ditatapnya wajah Pangeran Geo yang bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Putri Venus memalingkan wajahnya dengan enggan. Ditatapnya istana kerajaan dari kejauhan. Kemudian dirinya teringat sang Ayah, Raja Matahari. Hatinya berdegup tak menentu.
“ Jika engkau ingin menikahiku Pangeran, maka kau harus memintaku dari Ayahku. Tidak jantan rasanya jika engkau meminta cintaku di jalanan seperti ini,” tukas Putri Venus.
Pangeran Geo tersenyum. Dikibaskannya jubahnya yang kemilau.
“ Aku akan menghadap Ayahmu esok hari. Semoga saja Allah memperkenankan  engkau menjadi istriku, Putri Venus,”ujar Pangeran Geo.
Putri Venus menunduk dan tak menjawab. Beberapa saat mereka berdiam diri membiarkan keheningan berbicara di antara mereka.
“ Tuan Putri, kita harus pulang. Beberapa saat lagi bintang akan ditembakkan. Kita bisa ketahuan kalau terlalu lama di jalanan seperti ini,’ seru Mirabela memecah kesunyian.
Putri Venus tergagap, ditatapnya Pangeran Geo diam-diam.
“ Yah kau betul sekali Mirabela. Kita harus pulang sekarang. Kalau tidak, mungkin kita terkena bintang yang panas itu. Ehm, kami pulang dulu Pangeran Geo,” seru Putri Venus seraya menarik kekang.
“ Tunggu dulu Putri.!”
Putri Venus menoleh dengan bingung,” Ada apa lagi Pangeran?”
“Apakah hatimu sama dengan hatiku?”tanya Pangeran Geo.
Putri Venus menunduk malu,
” Aku mencintai seseorang yang mencintai Allah sebagai Tuhannya. Apalagi jika dia juga mencintaiku...”
Putri Venus memberikan senyuman sebelum memacu Mirabela kembali ke istana. Tinggallah Pangeran Geo berdua dengan Magnetosfer, kuda apinya yang sangat gagah.
“ Magnet, aku jatuh cinta! Benar-benar jatuh cinta! Aku ingin menjadikannya permaisuri di hatiku! Semesta dan Allah menjadi saksinya, aku akan  menjadikannya istriku!”
Magnetosfer meringkik tanda setuju. Pangeran Geo lalu masuk ke dalam kereta lalu kereta itu kembali ke kerajaan Galaxi.(bersambung)