Rabu, 19 Maret 2014

HUJAN DI BULAN FEBRUARI





Roni menata meja dan kursi-kursi. Kursi bermotif kotak-kotak warna biru dengan tepian warna putih serasi itu telah selesai dilapnya. Setiap satu meja terdapat empat kursi dengan bantalan duduk motif yang sama dengan mejanya. Bambu Jepang yang tumbuh tinggi semakin meneduhkan halaman Kafé itu. 2 pohon cemara berdiri anggun di sisi kiri dan kanan halaman Kafé bak 2 orang penjaga.
Ah, kembali lagi ke Love Cafe,” pikirnya senang.
Roni dengan teratur kembali ke Kafé itu untuk menjadi pelayan paruh waktu. Upahnya lumayan menambah uang sakunya. Kuliah di Imperial College London membutuhkan banyak dana. Dana yang tidak sedikit buat anak dosen seperti dia. Setahun kemarin ayahnya masuk rumah sakit karena serangan stroke. Kini ayahnya berada di rumah dengan keadaan badan setengah lumpuh. Otomatis, beliau tidak bisa lagi bekerja dan menafkahi keluarganya. Padahal, orang yang mendorongnya melanjutkan pendidikannya di Imperial College London, adalah ayahnya.
“Kamu pintar Ron, otakmu encer . Kamu bisa masuk ke Imperial College London itu merupakan suatu mukjizat terbesar buat kita. Walaupun ayahmu ini hanya dosen, tapi kamu harus menjadi orang yang bisa melebihi ayah. Pergilah ke Imperial College London. Pergilah ke Inggris. Kalau perlu, pergilah ke seluruh dunia. Jadikan masa mudamu sebagai jejak kedewasaan mu.”
Dan disinilah dia berada. Inggris. Di Imperial College London sebagai seorang mahasiswa jurusan kedokteran. Imperial College London merupakan salah satu universitas bergengsi di negeri Pangeran Charles dan Ratu Elizabeth ini. Perguruan tinggi ini merupakan universitas terbaik ke-5 di tahun 2009. Walaupun untuk kuliah disana, dia harus meninggalkan semuanya di Indonesia, Keluarga, karir modelingnya, dan juga Ayu, tunangannya.


Ting ting ting. Bel pemesanan berbunyi. Roni menoleh. Dhef Chopra dan Maharani Chopra, pemilik Love Kafé tertawa melihatnya.
“Wah, calon dokter kita kerja keras juga rupanya. Tidak disangka, mantan model majalah mau juga kerja disini,”ujar Dhef Chopra kagum.
Roni tersenyum menatap pasangan suami istri itu. Dia sangat berterimakasih kepada mereka. Bukan hanya pekerjaan paruh waktu yang dia dapatkan di Love Café ini, namun juga kehangatan keluarga. Dia diperlakukan dengan sangat akrab oleh Dhef Chopra dan Maharani Chopra. Mereka menjadi warga negara Inggris sejak 15 tahun lalu. Mereka sudah menikah selama 10 tahun tapi belum dikarunia anak. Untuk mengusir kebosanan pada diri Maharani Chopra yang ternyata seorang Enterpreneur keluaran Imperial College London juga, maka didirikanlah Love Kafé. Love Kafé terletak di Kampus South Kensington Level 1 Gedung Sherfield yang memilki menara. Kafé ini menyediakan makanan India dan makanan Internasional lainnya. Maharani sendiri yang meracik bumbu masakannya. Soal rasa, Roni yang memiliki lidah Indonesia saja sangat menyukainya.
Menara Ratu itu tingginya 287 kaki, terbuat dari batu gamping dan atapnya dibentuk menyerupai kubah. Ada 324 anak tangga dari lantai dasar sampai lantai dibawah kubah menara. Anak tangga itu berbentuk spiral keatas. Dan disanalah pertama kali ia melihat gadis manis berambut ombak sepunggung. Jaketnya berwarna biru neon, dan celananya jeans biru donker. Dia sangat cantik ketika terkena tiupan angin hujan dibelakang siluetnya. Hujan membuat gadis manis itu, kedinginan rupanya. Tangannya yang lentik digosok-gosokannya sambil matanya tetap menatap hujan yang memukul jendela menara.
Dia sedang duduk di anak tangga terakhir, menatap hampa ke pemandangan sekeliling kampus. Roni segera berlari ke lantai dasar, tempat Kafenya berada. Dia menuang segelas besar coklat panas di gelas kertas terbesar yang bisa ditemukannya, kemudian menaburi kayu manis diatas busanya. Roni kembali ke tempat dimana dia melihat gadis manis itu, secepat yang kakinya bisa. Sampai disana, sosok gadis manis itu telah menghilang. Dengan gontai dan hati masygul, Roni mendekati jendela menara dan melihat hujan yang mengguyur gedung-gedung Imperial College London.
Diminumnya perlahan coklat panasnya. Dan saat itulah dia melihat dompet berwarna merah jambu dengan merek Louis Viton, tergeletak di anak tangga. Roni meletakkan gelas kertasnya di lantai, seraya mengambil dompet itu. Di dalam dompet dia mencari kartu mahasiswa. Kemudian Roni tersenyum. Foto gadis manis itu ada disana. Namanya Nita Tunggal Waluyo.
Roni membaca tulisan hasil kuliahnya tadi disebuah bangku taman yang panjang. Udara dingin membuat nafasnya beruap. Bahkan bangkunyapun masih terasa basah sisa hujan semalam. Ditatapnya kampus jurusan Bisnis itu dengan hati berdetak kencang. Apa yang akan dikatakannya pertama kali pada Nita?
Hai, saya Roni, kemarin saya menemukan dompet anda terjatuh di tangga menara, ini, silahkan dicek. Ada yang kurang? Oh kurang seribu pound? I’m terribly sorry, I just found your wallet. Mungkin uang yang kurang itu anda belikan sepatu atau baju mungkin?”
Roni menggelengkan kepalanya. Dasar bodoh! Rutuk dirinya.
Dibuka kembali buku catatannya. Tapi secepat kilat ditutupnya lagi. Saat ini benaknya dipenuhi dengan gadis itu. Ia tidak mungkin bisa membaca catatannya yang amburadul saking cepatnya menulis. Roni mendengus. Dimasukkannya kembali buku berharga itu ke dalam tas ranselnya. Ekor matanya menangkap serombongan mahasiswa keluar dari gedung kampus. Dengan cermat diperhatikannya setiap gadis yang berrambut ombak sepunggung. Dadanya berdesir ketika sosok yang dicarinya itu berjalan ke arah Love Kafé. Tanpa menunggu lagi, Roni melompat bangkit dari bangku dan membuntuti gadis itu.
Nita memasuki Love Kafé, memesan minuman pada Dhev di meja konter, membayarnya, lalu duduk di sebuah kursi dengan meja menghadap jendela. Dia sendirian. Yah inilah kesempatannya. Roni memasuki Love Café, tersenyum pada Dhev yang membelalakkan mata padanya.
”Hey, kamu libur hari ini bukan? Mengapa kamu kesini?”tanyanya dalam bahasa Inggris.
Roni menghampirinya seraya berbisik,
”Masalah gadis Dhev, “ bisiknya. Dhev tertawa.
Roni memesan Coffelate dan sepiring siomay ayam pedas dengan saos tomat. Perlahan dia menghampiri meja dimana Nita berada. Dia kemudian berdehem. Nita menoleh ke arahnya.
“Hai, aku Roni, boleh aku duduk disini?”pinta Roni.
Nita menatapnya sejenak sebelum mengangguk. Roni meletakkan gelas Coffelate dan sepiring siaomay diatas meja.
“Kemarin kamu pergi ke menara kan?” tanya Roni.
Nita melihatnya lagi. Lebih lama kali ini.
”Apa mau kamu?” sahut Nita dingin.
Roni tersenyum. Dia merogoh kedalam tas ranselnya dan mengeluarkan dompet berwarna merah jambu itu. Mata Nita membesar lalu menatapnya bergantian.
“Dimana kamu menemukan dompet saya?”tanya Nita lagi.
Kali ini ada keriangan di nada suaranya. Roni lalu menjelaskan segala sesuatunya. Mereka akhirnya mengobrol tentang segala hal. Tentang Nita, tentang Roni, alasan keduanya kuliah di ICL, kebingungan Nita ketika ia menyadari dompetnya hilang, tapi dia tidak mengatakan alasan mengapa dia naik ke menara hari itu. Roni lupa menanyakannya. Dan dia tidak mau menanyakannya. Yang dia tahu adalah wajah gadis itu ada di depannya. Dia tidak akan repot-repot menanyai Nita mengapa dia di menara Ratu kemarin.
Sejak saat itu mereka semakin dekat. Roni bisa melupakan kerinduaan pada keluarganya dengan berbagi rasa dengan Nita. Roni juga melupakan rasa rindunya untuk Ayu, tunangannya sejak setahun yang lalu. Yang ada di hatinya sekarang hanyalah perasaan bahagia karena bisa dekat dengan Nita, gadis manis berrambut ombak sepunggung.
Nita adalah gadis yang bebas mencurahkan isi hatinya. Dia tidak segan mengkritik pendapat-pendapat Roni jika mereka sedang berdiskusi tentang suatu hal. Kelugasan dan kecantikan Nita membuat diri Roni tertawan pada jurang cinta. Hatinya dipenuhi oleh Nita dan Nita. Jika sehari tidak bertemu, Roni merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya hari itu. Hape dan facebook bahkan tidak bisa menuntaskan dahaganya akan kehausannya menatap wajah Nita.
Bahkan kuliahnyapun tidak terlalu menarik hatinya lagi. Karena keenceran otaknya saja, setiap ujian dia mendapat A, paling jelek B. Hanya saja saat ujian praktek, dia salah mendiagnosa dan mendapat teguran keras dari Roger Moore, asisten dosennya.
” Jika dalam kenyataan kamu salah dan mengakibatkan kematian seseorang, apa yang akan kamu lakukan? Coba lebih fokus dan teliti lagi Tuan Roni. Menjadi dokter mainannya adalah nyawa, kau tahu itu?” tegur Roger Moore.



Roni mengerti menjadi dokter besar tanggung jawabnya. Dan dia juga mengerti seharusnya dia lebih fokus pada kuliahnya lagi. Tapi Nita terlalu dicintainya. Dia tidak kuasa berpisah dengannya walau seharipun. Nita menyambut perasaan Roni dengan kadar yang sama. Dia jatuh cinta pada Roni ketika merasa Roni mencintainya. Dan cinta itu sangat berharga dari apapun. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka.
Dan atas nama cinta, pada suatu malam berhujan, Nita memberikan mahkotanya yang paling berharga dalam dirinya untuk Roni. Dan pengorbanan itu disambut dengan rasa cinta dan sayang yang semakin mendalam dari Roni. Mereka selalu berdua kemana-mana. Tak terpisahkan. Yang tengah dimabuk cinta memang tidak pernah perduli pada sekelilingnya. Tidak pada nilai ujian keduanya yang anjlok semester itu, tidak juga pada hujan yang seakan tidak akan berhenti turun dari langit London.
Hingga surat itu menyuruhnya pulang ke Jakarta. Ayahnya masuk rumah sakit lagi. Kali ini lebih parah. Dia harus pulang. Hati Roni mencelos. Hatinya terbagi antara pulang ke Jakarta atau menemani Nita. Namun tiket pulang terselip di surat itu. Dan tanggalnya besok. Dia harus berkemas-kemas dan memberitahu pihak kampus soal itu. Maka malam itu, Roni memeluk Nita lebih erat dan lebih lama dibanding sebelumnya. Nalurinya seakan merasa bahwa ini adalah pelukan terakhir mereka. Namun Roni tidak kuasa untuk mengatakan masalah surat dan ayahnya pada Nita. Tidak bisa. Lidahnya kelu tiba-tiba jika dia hendak berbicara tentang kepulangannya ke Jakarta. Jadi, dia hanya bisa memeluknya lebih erat sekarang. Saat dia masih disini. Saat mereka masih ada dalam alam mimpi.
Setelah kebersamaan mereka itu, keesokan harinya Roni berada dalam pesawat yang membawanya ke Jakarta. Ada tangis, ada penyesalan karena tak kuasa mengatakan yang sebenarnya pada kekasihnya itu. Walaupun dia tahu, dia akan menghancurkan hati seorang wanita yang teramat mencintainya. Roni telah memilih Ayahnya. Namun di hatinya terselip tekad. Setelah urusan dengan sang Ayah selesai, ia akan mencari Nita. Akan menikahinya. Akan bersama dengannya selama sisa hidupnya. Airmata begulir dari ujung matanya. Satu persatu.
4 tahun kemudian
Hujan turun membasahi tanah Jakarta. Gerimis itu tidak mampu mendinginkan perasaan seorang pemuda yang tengah remuk redam. Pemuda itu bersembunyi di balik pohon Mahoni yang ada di halaman Rumah Sakit Jiwa Polri. Jubah putihnya ternoda cipratan lumpur yang tercipta karena genangan air hujan. Roni menatap gadis yang sedang duduk itu. Gadis manis itu berambut panjang berombak sepunggung. Mata besarnya menatap kosong pada langit biru. Semua itu membuat hati Roni tercabik-cabik sakit. 

“Dulu gadis itu miliknya. Dulu gadis manis itu selalu berada disisinya. Kata-katanya yang lembut dan menenangkan, pernah terngiang di telinganya. Dan rambut indah itupun pernah dibelainya.”batin Roni. 
 Mata Roni kini berkaca-kaca. Akhirnya satu tetes airmata itu bergulir dipipinya kemudian jatuh ke rerumputan, bersatu dengan tetesan air hujan sore itu.(suryani rinz)

Sabtu, 15 Maret 2014

APA KATA FOTO SELFIE ANDA?


               Bukan hal yang baru bagi orang-orang yang menarik nafas di abad 21 tentang kecanggihan teknologi. Mau tahu suatu daerah tinggal hidupkan GPS. Ingin mengobrol dengan saudara, suami, istri yang jauh disana tidak hanya bisa dilakukan dengan mendengar suaranya saja, tapi juga seraya melihat orangnya! Yah, dengan Skype. Mau eksis di dunia maya, ada Facebook dan Twiter yang memang sudah jadi kelumrahan buat kita.
Nah, dengan banyaknya foto selfie yang diunggah di Facebook atau Twiter, sedikit banyak bisa membuka sikap diri kita sebenarnya. Mau tahu? Check this out!!

1. Selfie dengan posisi wajah miring
 posisi ini menunjukkan kepedean sang pemuat foto. Dirinya tahu jika dirinya menarik dan tampan atau cantik. Orang yang selalu foto selfie dengan posisi ini menunjukkan juga bahwa dirinya fotogenic dan telah menghabiskan waktu lama untuk mencari pose yang pas dan enak dilihat. Biasanya orang yg suka selfie ini orangnya dewasa dan enak diajak ngobrol atau diskusi apa saja karena wawasannya yang luas.



2. Selfie dengan posisi wajah melihat ke kanan( tak melihat kamera)
Posisi ini menunjukkan jika orang ini berhati lembut, namun terkadang egois, dan suka menarik perhatian secara diam-diam. Orang ini sadar diri jika posisinya yang dipilihnya akan menimbulkan banyak pertanyaan. Dalam dirinya terdapat sikap kalem, tidak tergesa-gesa, lambat namun pasti.



3. Selfie dengan posisi wajah lurus menatap pada kamera
Posisi ini menunjukkan jika orang ini memiliki sikap terus terang, apa adanya,dan terbuka. Sikapnya yang supel membuat orang yang selalu membuat selfie dengan posisi ini, dalam dunia nyata sangat disukai teman-temannya.


4. Selfie dengan menutupi mulut atau memonyongkan mulut
Selfie orang yang selalu menutupi atau memonyongkan mulutnya biasanya sering dilakukan oleh cewek abg. Posisi selfie yang ini walau terlihat menunjukkan kepercayaan diri yang besar, namun ternyata yang suka berpose selfi seperti ini cenderung merupakan remaja polos, anak mama, rajin dan pemalu.

 
5.   Selfie dengan mata menatap ke atas
Selfie ini menunjukkan pembuat foto ini tidak pede dengan dirinya. Ada sesuatu yang hendak disembunyikannya dari orang lain. Survey membuktikkan bahwa orang yang sering ber-selfie ini cenderung pemalu.
Makannya hati-hati mengunggah foto selfie anda. Wallahu alam.(rinz)

SAMPAH LAGI, SAMPAH LAGI







Sampah adalah sisa dari pemanfaatan suatu produk.Sampah dibagi ke dalam dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik dibagi lagi ke dalam sampah kertas dan sampah plastik. Biasanya sampah anorganik ini diusahakan untuk digunakan kembali atau didaur ulang.
Yang menjadi masalah bukanlah kertas pembungkus gorengan atau plastik bekas es yoghurt. Tapi yang paling memusingkan adalah sampah pempers atau popok siap pakai.
Ada mitos, jika sampah pempers dibakar, maka si pemakai pempers, pasti akan merasa terbakar di bagian  selangkangan. Entah benar atau tidak silakan coba!
Pempers terbuat dari bahan kertas yang berasal dari pohon. Terbayang berapa banyak pohon yang ditebang untuk menghasilkan ribuan pempers dari berbagai ukuran. Kalau misalnya tinja yang  merupakan limbah organik, maka langkah apa yang paling tepat untuk membersihkan sampah pempers berikut tinjanya?


Banyak orang awam yang karena perduli kebersihan, membersihkan rumahnya dari sampah, memasukkannya ke dalam plastik lalu membuangnya ke sungai! Banyak yang tidak perduli dan tak mau tahu akan kemanakah sampah-sampah itu hanyut. Jika seorang berpikir bahwa hanya dirinya ini yang membuang sampah ke sungai, bagaimana jika 1000 orang berpikir yang sama? 1000 sampah x 30 hari x 365 hari. Berpa kubik sampah yang kita hasilkan dan dibuang ke sungai? Pantas saja banyak banjir melanda perkotaan. Tinggi banjir bahkan pernah mencapai 2 meter dan menghanyutkan barang-barang, minimal merusakkan barang elektronik. Jika sudah begitu, kerugian yang dialami lebih besar.
Sekarang jika sampah organik kita pisahkan dalam bak sampah sendiri, kita bisa membuat pupuk kompos sendiri. Pupuk kompos bisa menyuburkan tanaman. Karena bukan terbuat dari bahan kimia, maka tanaman kita akan lebih subur dan yang pasti aman dikonsumsi karena pupuknya pupuk organik.
Sekarang jika kita telah memisahkan sampah dan memilah-milahnya tergantung jenisnya, tapi ternyata sampah yang tercecer tetap saja ada? Maka pilihan yang terbaik adalah membakarnya. Pembakaran menghasilkan gas CO2, monoksida danlain-lain. Pembakaran sampah yang banyak bisa merusak ozon. Tapi jika kita rajin menanam pohon dan tanaman lainnya di pekarangan kosong milik kita, maka oksigen yang dihasilkan tanaman akan mengganti kerusakan yang disebabkan pembakaran  sampah yang kita lakukan . Jangan lupa untuk memilah botol plastik dan strorofoam bekas mengemas makanan di sebuah tempat tersendiri. Karena di tangan orang kreatif, botol plastik dan strorofoam bekas bisa di daur ulang menjadi benda yang menarik dan berdaya jual. Wallahu alam.(suryani rinz)


Sabtu, 14 Desember 2013

NOVA INSPIRING DAY, SUPERMOM!



Hari ini pada tanggal 14  Desember 2013, telah berlangsung sebuah moment berharga bagi perempuan Indonesia, khususnya Bandung, yaitu penganugerahan Perempuan Inspiratif Nova atau Nova Inspiring Day, bertema Supermom!
Acara yang dimulai pukul 09.00 ini dimulai dengan dimainkannya lagu dari band akustik di panggung. Kemudian MC acara yaitu: Ferly Junandar dan Arleta Danisworo membuka acara dengan kocak dan penuh canda. Tema Supermom diperbincangkan sebagai sitausi pemanasan.
“Saya ingin acara ini dilangsungkan dengan penuh senyum, salam dan sapa. Maka berilah senyum dan sapa kepada orang yang berada dikanan kiri anda,”ujar Kang Ferly dengan penuh senyum dan ditimpali dengan penuh canda juga oleh Teh Arleta. Keduanya dengan kompak berperan menjadi suami istri yang penuh intrik namun juga penuh humor.
 Setelah itu di tayangkan slide video profile peserta Supermom. Mereka pun tampil di panggung  didandani dengan cantik seperti model profesional.
Setelah pengenalan para peserta, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bu Iis Sulaeman dari Redaksi Nova yang juga menjadi juri Perempuan Inspiratif Nova ini. Dalam sambutannya, Bu Iis mengatakan bahwa,
” Peran perempuan dalam keluarga tidaklah kecil. Sebagai istri, ia sejajar dengan suami dalam menjalankan kewajibannya. Sebagai ibu, ia menjadi pengayom dan pendidik anak-anaknya. Setelah menghabiskan waktu selama 12 hari bersama 12 perempuan hebat ini, saya merasa perempuan ini adalah perempuan yang luarbiasa! Tahun ini Nova menerima 600 naskah dari seluruh Indonesia. Dan dari 600 naskha tersebut, terjaringlah 12 peserta luarbiasa ini. Mereka berkarya bukan hanya untuk keluarganya, tapi juga masyarakat di sekitarnya. Jadi mereka yang tampil di depan anda ini merupakan perempuan luarbiasa!”
“ Para perempuan ini juga bisa bertahan berkarya, karena karya mereka berasal dari hati. Jadi sudah sepatutnyalah Nova memberikan apresiasi yang tinggi bagi ke 12 peserta ini.”
Acara disusul dengan sambutan Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang datang dengan menggunakan batik coklat.
“ Pertama-tama saya ingin mengutip pesan dari ibu saya yaitu,:” Manusia yang terbaik adalah manusia yang berguna bagi orang lain.” Karena itulah saya yang arsitek, banting stir menjadi Walikota. Karena dengan adanya kekuasaan maka idealisme bisa kita tularkan. Contohnya, saya suka berkebun, setelah menjadi Walikota, saya wajibkan ke rw- rw agar setiap lahan yang kosong harus ditanami. “
Walikota yang banyak dipilih ibu-ibu ini juga menambahkan,
” Orang yang pertamakali membuat inspirasi, jika inspirasinya diikuti orang lain, maka orang itu akan mendapatkan pahala. Karena itu saya merasa takjub dengan adanya ke 12 perempuan istimewa ini. Mereka menyebarkan kebaikan mulai dari rumah mereka. Maka untuk perempuan lainnya, ikutilah para perempuan ini. Bercita-cita dan berkaryalah yang tinggi. Mimpi yang besar dimulai dengan langkah yang kecil.”
Walikota juga berkata, dirinya membaca tabloid Nova agar lebih bisa memahami istrinya.
 Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari psikolog keluarga, Rienny Hasan.
“ Berbicara adalah sebuah tarnsformasi energi. Jika setiap hari kata-kata yang terdengar dari sepasang suami istri adalah kata-kata yang negatif, maka bisa dibayangkan bagaimana negatifnya hubungan dalam perkawinan mereka. Visi misi yang sama antara pasangan suami istri, terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah perkawinan.  Dan juga, jika seorang istri sudah sangat bisa memahami suaminya, bisa dipastikan keberhasilan perkawinan akan lebih besar lagi. “
Rienny menambahkan,” Ada kebisaan baik yang perlu ditiru oleh kita. Ada sepasang suami istri yang sebelum tidur memiliki acara saling memaafkan. Pada suatu hari, suaminya meninggal dalam kecelakaan motor. Istri itu bersyukur bahwa malam sebelumnya ia dan suami telah saling memaafkan. Jika tidak, sungguh menderitanya hati sang istri yang belum mendapat maaf dan memberi maaf.”
“ Cinta dan kesetiaaan dalam suatu perkawinan bukanlah kado atau potret, tapi suatu proses yang memerlukan perjalanan. Karena itu, rawatlah perkawinan anda. Karena berdasarkan penelitian, Perkawinan adalah sebuah lembaga sehat dan menyehatkan bagi kejiwaan manusia. Jadi pertahankanlah perkawinan!”
Ibu Rieny bisa dihubungi di RiennyUtami@gmail.com untuk konsultasi.
Acara ini disambung dengan presentasi dari Bu Ina yang seorang pendidik anak. Dalam presentasinya Bu Ina  membekan judul ,” Anak Sehat, Ibu bahagia”. Dalam penjelasannya, Bu Ina berkta,”  Tugas seorang wanita yang bijak adalah mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya agar bisa lebih produktif untuk sekitarnya. Seorang wanita juga harus memeperhatikan masa-masa emas anak atau Golden Age, yang berkisar dari 2-4 tahun. Pada tahun-tahun ini otak anak mengalami tumbuh kembang paling cepat dan paling kritis bagi perkembangan kepintarannya di masa depan. Pada tahun ini juga, nutrisi yang dibutuhkan si anak haruslah beragam dan bergizi. Dan sebagai pengembangan saraf motorik, maka diperlukan ransangan sentuhan dan pelukan. Semakin banyak dan sering ransangan diberikan, maka otak anak akan semakin pintar.”
Bu Ina bisa dihubungi di Ina spa@yahoo.com.
 Pocari Sweat juga memberikan presentasinya yang bertajuk” Bergerak dan Berkeringat itu Sehat”, dan sesi pembagian goody bag bagi penanya.
Menjelang pembagian piala dari Nova, Ferly melontarkan lelucon yang cukup mencubit telinga ibu-ibu yang hadir.
“ Ibu-ibu, jangan bangga kalau suami memuji ibu ketika ibu-ibu memakai baju daster lecek, kucel dan kusam. Itu hanya takut saja sama ibu-ibu. Jangan bangga menjadi Just  the way you are, tapi kita haruslah Just be better you are! Karena ternyata setiap hari suami kita bertemu perempuan yang cantik-cantik!Persaingan di luaran keras bu! Banyak perempuan yang berdandan habis-habisan!Wangi lagi!”
    Acara masak-memasak meneruskan hari yang cerah itu di Gedung Pos Wahana Bakti. Chef Vera yang pernah tampil di ajang Masterchef Indonesia itu menampilkan kebolehannya memasak pancake mini dan kroket kentang.
Acara dilanjutkan dengan pemberian piala bagi 12 Perempuan Inspiratif Nova. Ini dia daftarnya.  Mereka yaitu:
1.      Kategori Sosial Budaya:
Syarifah Aliyah G.Shihab
Lisa Virgiano
2.      Kategori Perempuan dan Pendidikan
Abyz Wigati
Een Sukaesih
3.      Kategori Perempuan dan Tekhnologi
Rochmatun Nisa
Mira Julia
4.      Kategori Perempuan dan Wirausaha
Hani Kusdayanti
Shinta Dewi Dhiah Sekar Tanjung
5.      Kategori Perempuan dan Lingkungan
Rubama
                  Nina Nurainiyah
6.      Kategori Perempuan dan Kesehatan
Juriah
                  Mia Sutanto.
Acara diakhiri dengan datangnya Hedy Yunus sebagai bintang tamu yang menyanyikan 3 buah lagu diiringi koor ibu-ibu.Untuk penutupan, terdengar band pengiring akustik yang memainkan lagu lembut mengiringi makan siang(suryani rinz)